Aku Hidup untuk Hidupmu

Hidup yang membosankan! Hmmm… gak ada konflik, bahagia pun hampir tak pernah terasa mendalam. Datar! Flat! Tak sesuai sedikitpun dengan cita-citaku. Saat ini, adalah buruk bagiku. Tak kurasakan lagi hidupku berjalan dengan perasaan layaknya 10 tahun yang lalu. Ketika masa-masa SMP yang begitu bebas dan indah. Berjalan sesuai dengan perasaan, bahagia, tangis, ketakutan, dan yang utama adalah perjuangan!!

Sepuluh tahun yang lalu adalah saat dimana aku Sepuluh tahun yang lalu adalah saat dimana aku masih menjadi keluarga miskin yang benar-benar harus berjuang untuk sesuap nasi. Tapi sekarang??? Oooohh.. seharusnya aku tak boleh seperti ini, aku harus bersyukur. Aku lahir ketika ayahku yang saat itu adalah seorang penggede (pemilik saham terbesar) YG entertainment sekaligus penyanyi ternama difitnah sebagai pelaku pembunuhan G-Dragon (Leader Bigbang). Setelah saat itu ayahku dipenjara dan aku, serta bunda orang yang satu-satunya kupunya hidup tanpa arah yang jelas. Mereka begitu jahat, belum puas memfitnah ayahku mereka juga memecat bundaku yang dulu adalah seorang aktris terkenal dengan  nama panggung Park Han Byul.

Sudahlah, semua telah berlalu dan kini kebenaran telah terungkap, tak ada bukti bahwa ayahku yang membunuh G-Dragon. Dan ayahku kembali di tengah-tengah kami, ibu juga langsung mendapatkan banyak sekali tawaran peran. Karena selain sebagai penyanyi ibu dulu juga seringkali mendapatkan penghargaan dalam dunia perfilman.

Dari awal, keluarga G-Dragon tak percaya jika ayahku adalah pelaku pembunuhan itu. Karena saat kejadian perkara, ayahku tak berada di TKP karena menurut cerita beliau sedang menghadiri sebuah acara seminar pertelevisian di luar kota. Tetapi 1 jam setelah itu ayahku datang karena mendapatkan begitu banyak panggilan tak terjawab dari G-Dragon. Selain itu, ayah adalah sahabat baik dari leader bigbang itu. Itulah yang kutahu dari bunda. Dan setelah fakta terungkap, pelaku pembunuhan adalah pemimpin manajemen XX entertainment (Kim Eok Song), dengan motif ingin menghancurkan Bigbang karena saat itu G-Dragon selaku leader Bigbang sekaligus pemimpin dari boyband yang memberikan hasil terbesar untuk YG. Pimpinan XX entertainment tak turun langsung untuk membunuhnya, tetapi dia menggunakan kekuatan magic untuk melancarkan misinya.

Aku rasanya bosan dengan keadaan seperti ini. Jika dulu, kebersamaanku dengan ibu begitu banyak. Tetapi kini??? Tak ada! Belum tentu seminggu sekali aku bersama dengannya. Ayah, yang baru saja kutemui sejak aku lahir, begitu menyayangiku. Dia mau memberikan apa saja yang aku minta. Dan, tak berbeda jauh dengan ibu ayah kembali melanjutkan karirnya sebagai seorang Se7en. Hmm…

*****

            Pendidikanku usai tepat 1 tahun yang lalu. Dan kini, aku tak mau terus bergantung pada orang tuaku. Meski secara materi aku tak akan kekurangan walaupun aku tak bekerja, tapi aku tetap bersikeras bahwa hidup ini bagai sebuah roda yang terus berputar. Dan aku, akan mewujudkan mimpiku.

Aku memilih untuk bekerja jauh dari orang tuaku, karena dengan begitu aku akan lebih mandiri, dan merasakan bagaimana perjuangan hidup yang lama aku rindukan. Dan syukurlah, aku dapat menggapai mimpiku untuk bekerja di VOA Amerika sebagai seorang reporter. Dan pastinya aku tinggal di sana, Amerika. Yang telah menjadi impianku sejak kecil. Orang tuaku begitu berat melepasku, karena selain aku adalah satu-satunya buah hati mereka. Juga karena aku belum pernah sekalipun begitu jauh dengan mereka. Sejauh Korea dan Amerika.

“Bunda, jangan mengkhawatirkanku ya.. Han Kyung akan jaga diri baik-baik kuq..”

“Tapi Amerika itu jauh sayang… Bunda gak pernah sejauh itu denganmu.. Bunda takut kau tak akan nyaman di sana.” Air mata bunda mulai meleleh. Aku memeluknya, mencoba menenangkannya.

“Bunda, ini adalah mimpiku. Aku tak butuh apapun untuk hidup di sana. Aku tak takut dengan apa pun yang akan terjadi. Karena itu adalh resiko dari semua yang ingin kugapai. Aku hanya butuh restu bunda dan ayah.”

“Bunda selalu merestuimu nak, selama itu benar nak. Dan bunda tentu akan merestui jalanmu ini. Tapi, bunda begitu takut akan keadaanmu di sana nanti. Kehidupan di sana lebih keras dan bebas daripada di sini nak.”

“Bunda, aku akan jaga diriku kuq. Bunda percaya Han Kyung khan??”

“Bunda percaya nak, baiklah. Gapai mimpimu nak. Hati-hati di sana. Jangan pernah lupakan bunda, ayah, dan tentunya Tuhanmu.”

“Ayah selalu mendukungmu nak. Baik-baik di sana ya. Jangan jarang-jarang pulang ke negerimu ini.”

“Of course ayah, bunda. Aku sayang kalian.”

Aku memeluk mereka berdua. Rasanya aku tak ingin melepaskan pelukan ini. Aku begitu menyayangi mereka.

“Kami juga menyayangimu. We love you more than you know.” Ucap ayah.

“Gomapta ayah, bunda. Hmm.. pesawatnya bentar lagi berangkat. Ayah, bunda aku jalan dulu ya.. Jaga diri kalian baik-baik.”

“Iya nak.. Jaga dirimu baik-baik.” Ucap Bunda.

Kurang lebih 15 langkahku dari tempat semula, aku mencoba tersenyum dan memberikan semangat pada mereka.

“Be the best Park Han Byul and Se7en!!! Saranghaeyo!!! Fighting!!”

Mereka tersenyum melihat semangat yang kuberikan pada mereka. Kekhawatiran masih kulihat di raut wajah mereka, terutama bunda. Dan aku akan membuktikan bahwa aku akan baik-baik saja di sana.

Hal aneh terjadi padaku, kulihat  seorang lelaki mengawasi langkahku. Dan kurasakan sakit yang begitu sakit di punggungku, dan kusadari bahwa itu mungkin efek dari memar yang diakibatkan saat aku terpleset di kamar mandi 2 hari yang lalu. Kubiarkan, dan timbul perasaan malu dalam hatiku. Karena aku sadar, belum tentu dia menatapku.

*****

Setahun berlalu dari saat pertama aku injakkan kakiku di Negeri Paman Sam ini. Aku memperoleh banyak teman, serta pengalaman tentunya. Begitu bahagia hatiku dapat mewujudkan mimpiku yang telah kubangun sekian lama. Nyeri pada punggungku semakin sakit, setelah aku tertimpa balok kayu minggu lalu.

Aku kangen sama ayah dan bunda. Aku ingin menelpon mereka. Tapi aku harus selesaikan pekerjaanku yang masih setumpuk ini. Ah, 15 menit lagi waktu break.

“Hallo?? Bunda??? Aku kangen banget!!!”

“Hallo?? Han Kyung?? Bunda juga kangen banget!!”

“Bagaimana keadaan ayah ma bunda di sana?? Baik-baik aja khan tentunya??”

“iya sayang, kami baik-baik aja kuq.. kamu juga pasti harus baik-baik aja khan??”

“Iya bunda Han Kyung baik-baik aja kuq”

“tepat banget dech kamu telepon. Tadi bunda juga mau telpon kamu, pengen ngomong sesuatu yang penting banget, tapi bunda sadar gak akan cukup waktu jika hanya di telepon. Sayang, kamu bisa khan minggu-minggu ne pulang??”

“ada apa sich bunda?? Emang bunda mau ngomong apa?”

“ngomong yang serius pokoknya, Han Kyung harus pulang ya,, bentar aja.”

“yawdah dech, Han Kyung lihat agenda bentar ya. Nanti bunda aku kirim E-mail kapan Han Kyung pulang. Han Kyung juga kangen seoul. Yawdah bunda, waktu break Han Kyung habis nich.. dah dulu ya bunda. Aku sayang banget ma bunda..”

“bunda jug sayang banget ma Han Kyung.”

“Bunda sampaikan salam kangenku ke ayah ya…”

“tentu sayang.”

*****

Aku tiba di Korea hari Rabu pukul 10.00. senangnya hatiku bisa kembali ke tanah kelahiranku ini. Aku sengaja memberi surprise ke bunda dan ayah akan kepulanganku ini. Dua hari yang lalu aku mengatakan bahwa aku akan pulang hari Jumat, tapi ternyata tugasku selesai hari selasa kemarin dan aku diijinkan untuk cuti mulai hari ini.

Bunda begitu bahagia melihatku pulang, ayah yang saat itu sedang mencuci mobil langsung berlari ke arahku dan memelukku. Begitupun dengan bunda. Masih dengan celemek masaknya, dia berlari memelukku.

“katanya Jumat baru bisa pulang???” tanya bunda.

“Iya. Kuq sekarang udah pulang?? Tadi juga gak bilang, kalau ayah tahu pasti udah ayah jemput.”

“He.He surprise!!! Aku kira kerjaanku baru bisa selesai hari ini, tapi ternyat kemarin udah selesai. Ya udah, pulang aja. Aku kangen sama ayah, sama bunda.”

“bunda juga kangeeeeeennn banget ma kamu sayang.”

“Apalagi ayah, sampai ayah buatin lagu buat anak ayah yang paling amnis ne gara-gara ayah kangen.”

“iya ayah?? Wahhh so sweet, aku pengen denger ayah.”

Ketika ayahku mulai menyanyi, bunda menghentikannya dengan mengatakan bahwa bunda akan memasakkanku masakan kesukaanku. Dan menyuruh ayah untuk membantunya. Hmm lucu sekali mereka, meski udah tak muda lagi, tapi mereka tetap romantis, dan mesra. Aku bangga memiliki orang tua seperti mereka.

*****

“makan malam yang indah..” benakku.

Sudah lama banget aku tak menikmati masakan bunda, makan malamku biasanya hanya sepotong roti dan selai plus susu. Tapi, hmmm malam ini begitu banyak hidangan yang bunda berikan untukku.

“sayang, bisa turun sebentar gak? Bunda sama ayah mau ngomong sesuatu ke kamu.” Kudenganr bunda berbicara di balik pintu.

“ok bunda, aku keluar.”

Di ruang tengah kulihat ayah duduk ditemani kopi buatan bunda. Dia melihatku, dan terlihat sedikit gugup kurasa.

*****

            Aku tak menduga jika kepulanganku saat ini, akan mencekikku untuk mengetahui kenyataan yang tak pernah aku inginkan. Harus mengubur hidup-hidup mimpi yang belum kugapai, untuk mencintai dan menentukan sesorang yang pantas untuk menemaniku selamanya.

Bunda mengatakan hal yang harusnya kuketahui sejak aku mengerti akan baik dan benarnya sesuatu . Tapi, aku kecewa, bunda baru mengatakannya sekarang. Dan untuk menyelamatkan hidupku, aku harus menikah dengan seorang yang belum kuketahui. Dan tentunya, aku tak pernah mencintainya.

“untuk menyelamatkanmu dan semua pihak yang tahu akan ini, kamu harus menikah dengannya, Han Kyung. Yong Jun Hyung, putra dari sahabat karib ayahmu, G-dragon. Yang dulu bunda ceritakan.bunda gak mau kehilangan Han Kyung, kamu anak satu-satunya dari ayah dan bunda. Kami mohon.”

Itu, yang aku ingat dari bunda. Dan terasa kian memukulku. Ketika ku buka tabloid dan mendapati berita dengan judul “Yong Jun Hyung Kembali Menggandeng Seorang Gadis, Siapakah Dia??” benarkah aku harus menikah dengannya?? Dengan seseorang yang belum pernah aku jumpai? Dan saat aku pertama mendengar namanya, terdengar berita tak baik darinya?? Biarlah aku terluka, aku tak ingin melihat mereka yang terluka.

*****

“Aku akan berusaha mencintainya, demi kedua orang tuaku.”

Aku meyakinkan diriku, bahwa aku bisa mencintainya. Pesta pernikahanku dengan Yong Jun Hyung berlangsung sangat meriah, tawa para undangan tak mampu membuatku tertawa juga. Kulihat Jun Hyung tak bahagia sedikitpun, raut keterpaksaan tergambar dalam wajahnya yang berusaha tersenyum ketika digoda teman-temannya (B2ST).

“Ok JunHyungie, kami pulang dulu yach.. kami gak akn ganggu kamu kuq malam ini.” Ucap Yoseob padanya.

Dia hanya menyunggingkan sedikit senyumnya, untuk kepergian mereka. Aku tak ucapkan sepatah katapun padanya, sejak pesta pernikahan digelar. Dia memasuki kamar, sesaat mata kami saling menatap. Lalu dia berbicara padaku.

“aku tak tahu, kenapa pernikahan ini ada. Dan mengapa harus kau, orang yang tak pernah ku kenal. Hanya dengan alasan, ini adalah keinginan almarhum ayah. Maafin aku, jika aku mengatakan ini. Tapi aku tak ingin kamu berharap bahwa aku akan mencintaimu.”

“terima kasih udah mau nerima aku. Meski ini hanya sekedar drama.”

Malam yang suram, hatiku menangis. Dulu ku kira kalau malam pernikahanku adalah malam yang indah, penuh cinta, dan pasti membuatku lebih hidup. Aku ingin dia mengetahui alasan sebenarnya dari pernikahan ini. Aku memang egois, membuat orang lain terlibat dalam masalahku. Aku tak seharusnya melakukan ini.

Namun, di satu sisi aku sadar bahwa ini bukan hanya sekedar pengorbananku. Tapi ini juga pengorbanan Jun Hyung untuk keluarganya. Meski dia tak tahu. Ketika aku ingat semua itu, semangatku kembali bangkit. Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk membuatnya bahagia. Aku akan mencintainya sepenuh hatiku, meski dia tak kan pernah mencintaiku. Aku tuangkan seluruh perasaanku pada sebuah lembar kertas.

*****

            Semuanya ingin kubuat indah. Semakin hari kurasakan cintaku padanya. Dia tak seburuk yang kukira, meski seringkali aku merasa bodoh untuk mencintainya. Luka di punggung tak terasa lagi, dan aku tahu ini berkat Jun oppa.

Suatu sore dia memanggilku, untuk menemaninya minum teh di taman. Aku rasa, dia mulai sedikit membuka hatinya untukku. Begitu bahagia hati ini.

Tapi, dugaanku meleset. Dia mengajakku duduk di taman bersamanya, karena dia ingin aku tahu, bahwa selama ini di belakangku dia bersama dengan wanita lain. Dia begitu mencintainya, dan sekali lagi dia tak ingin aku berharap akan cintanya untukku. Entah kenapa, aku menangis. Dan itu kulakukan di depannya. Dia meninggalkanku begitu saja dalam tangisku. Dia pergi, dan kudengar deru mobilnya. Hatiku tetap menguatkanku untuk tetap bertahan!!

*****

            Hujan yang begitu lebat, Jun belum juga pulang ketika jam mununjukkan pukul 02.00 pagi. Rasa khawatirku, membuatku semakin takut akan keadaannya. Berkali-kali kucoba menelponnya, tapi dia tak pernah sekalipun mengangkatnya. Beberapa saat kemudian, kudengar ketukan pintu. Aku begitu berharap bahwa itu adalah Jun Hyung. Dan benar, tapi tak pernah kuharapkan bahwa dia datang bersama seorang wanita.

“Han Kyung, ini Ga in wanita yang kuceritakan selama ini.”

Hatiku tercekik dengan ucapannya, aku berusaha tersenyum. Dan aku menjabat tangan Ga in. Memperkenalkan diri padanya.kulihat senyum kemenangan dia berikan padaku.

“sayang, aku capek aku pengen tidur.” Ucapnya manja pada Jun Hyung.

“Iya.” Balas jun.

Andai Jun juga bersikap sama padaku. Begitu bahagia hatiku. Belum pernah sekalipun Jun menyentuhku. Kini walau aku tetap bersemangat untuk tetap menjadi istrinya, aku tak berhak untuk tersu memaksanya bersamaku.

*****

            Siang yang begitu panas, ketika aku menerima telepon dari Yoseob bahwa Jun mengalami kecelakaan. Kusetir mobilku menuju tempat Jun berada, Doo joon menenangkanku, dia mengatakan bahwa luka Jun tak terlalu parah. Kettika aku memasuki ruang perawatan Jun, dia terlihat tak menginginkanku berada di tempat itu. Member B2ST yang lain pergi meninggalkan kami berdua karena mereka harus menghadiri sebuah reality show.

“apakah aku harus menelpon Ga in untukmu?”

“Seharusnya dia lebih mementingkanku daripada shooting. Jangan telepon dia.”

“Mungkin dia tak tahu, benarkah kau tak ingin aku menelponnya?”

“Tidak. Karena dia sudah tahu akan ini. Aku lapar, aku ingin makan.”

Aku pergi membelikannya bubur kesukaannya. Hujan yang tak bersahabat, menghujamku begitu tajam. Aku sampai di kamarnya dengan pakaian yang tak lagi kering. Jun menyuruhku untuk memakai pakaian Ga in yang ada di ranselnya. Sebesar itukah cintanya pada Ga in? Sampai dia mau membawakan pakaian untuk Ga in.

Setelah aku ganti pakaianku, dia memintaku untuk menyuapinya karena tangannya terluka dan tak bisa makan sendiri. Sungguh bahagia hatiku, ini adalah pertama kalinya aku dimintanya untuk melakukan sesuatu layaknya seseorang yang saling mencintai.

Saat dia tertidur, aku mencoba tidur di sampingnya. Kulihat sebuah buku catatan kecil di ranselnya. Kubuka sebuah halaman, dan..

Sabtu, 09 April 2011

Hari yang menegangkan, hari ini aku harus

jalankan pekerjaanku dengan baik! Tapi, aku kini

kurang mampu konsentrasi dengan baik dengan

adanya 2 orang yang mencintaiku di sisiku.

Han Kyung masih mengenakan predikat sebagai

istriku. Dan kulihat dia begitu tulus mencintaiku,

dia mau melakukan apapun yang aku minta.

Meski aku memperlakukannya bagai seorang

Budak. Bahkan ketika Ga in kubawa ke rumah dia

dengan senyumnya menjabat tangan Ga in.

Dia juga tak pernah memprotesku untuk

meninggalkan Ga in. Tapi aku melihat di matanya

ada sebuah rahasia yang dia sembunyikan dariku.

Sebaliknya dengan Ga in, beberapa hari ini dia

memprotesku untuk segera meninggalkan Han Kyung.

Aku tak tahu apa yang harus kulakukan,

meski aku begitu mencintai Ga in.

Kini aku ragu karena beberapa waktu lalu dia

dikabarkan sedang menjalin hubungan dengan

seorang pria asing. Aaaaargh…!!!

ini tak mungkin Ga in lakukan,

aku percaya padanya!

AKU INGIN SALAH SATU DARI MEREKA

PERGI!!!

“Benarkah dia menginginkanku pergi??? Haruskah aku benar-benar meninggalkannya dan hidup di tempat yang tak ku ketahui. Haruskah itu benar-benar terjadi???”

*****

            Ku letakkan lembar yang kutulis di malam pernikahan kami, untuknya. Aku siap menghadapi segalanya. Aku sadar, dia inginkan aku pergi. Selamat tinggal cintaku. Aku akan selalu mengenangmu di duniaku.

*****

 Selamat malam Jun Hyung,

Hmm andai aku bisa memanggilmu dengan sebutan Oppa.

Jun, aku tahu kamu begitu berat hati

dengan pernikahan ini. Tapi aku akan tetap berusaha

untuk mencintaimu dengan sepenuhnya hatiku.

Aku akan selalu berharap bahwa suatu saat kau akan

mencintaiku. Jun, pernikahan ini bukan hanya dengan

alasan bahwa ini keinginan almarhum ayahmu.

Pernikahan ini berawal dari sebuah peristiwa 23 tahun

yang lalu.

Malam itu ayahku dan ayahmu yang merupakan

sahabat baik pulang bersama dari perusahaan. Ayahku

melihat seorang lelaki sedang tersakiti. Tangannya terluka

parah, dan ayahmu menyarankan untuk menolongnya.

Dan, mereka Berdua menolong orang itu dan merawatnya

hingga sembuh. Ternyata lelaki yang ditolong ayahmu

dan ayahku adalah seorang peri. Dia ucapkan terima

kasih kepada ayahku dan ayahmu. Dia memberikan

mutiara kepada mereka. Dimana mutiara itu adalah

benda yang sangat berharga bagi peri itu. Peri itu

memiliki misi untuk memberikan mutiara itu pada orang

yang berhati mulia. Untuk melindunginya dari kekuasaan

jahat. Dan ketika mutiara itu sudah ada di tangan

manusia yang benar, maka mutiara itu aman. Karena

mutiara itu mampu digunakan untuk memberikan apapun

yang kau inginkan.

Ayahmu, dan ayahku berjanji untuk saling

menjaga mutiara itu dan tak memberikannya pada pihak

yang dapat membahayakan. Keberadaan mutiara pada

ayahmu diketahui oleh pimpinan XX entertainment

(Kim Eok Song), yang saat itu ingin menghancurkan

YG entertainment.

Dia juga mengetahui tentang Lucifer yang telah

lama mengincar mutiara itu. Dia dengan mudahnya

memanggil Lucifer untuk memberi tahu keberadaan

mutiara itu. Dan, ketika ayahmu berusaha untuk

melindunginya.

Ayahmu terbunuh dan mutiara milik ayahmu

telah jatuh ke tangan yang tak pernah diinginkan, Lucifer.

Dia adalah peri yang mencoba membunuh sang peri malam

itu. Setelah peristiwa pembunuhan itu, ayahku dipenjara

karena diduga ayahkulah yang membunuh ayahmu. Dan

keadaan bundaku yang saat itu sedang mengandungku,

begitu shock. Kehidupan yang berubah 180o dari biasanya,

membuat keadaanku saat dilahirkan begitu lemah. Aku

tak mungkin selamat jika bundaku tak memberikan

mutiara itu dalam tubuhku. Dan, hingga kini akulah

mutiara itu. Lucifer yang tak mengetahui pasangan

mutiara itu, yang mana ada dalam diriku dan telah

bersatu denganku. Terus mengejarmu, tanpa kau tahu.

Dan setelah lucifer tahu bahwa akulah mutiara itu, dia

terus mengancam ayahku untuk memberikanku. Dan jika

tidak dia akan membunuhmu. Ketika ayah membiarkanmu

terbunuh, maka hilanglah mutiara itu begitupun aku.

Karena mutiara itu dapat bertahan dengan kesetiaan

serta pengorbanan. Dan jika, aku sudah berada di sisimu

Lucifer tak akan mampu mebunuhmu.

Dengan alasan inilah, aku menyetujui pernikahan

ini. Dan, meski bukan cinta awal dari semua ini, aku akan

terus mencoba untuk mencintaimu.

Jun, jika kau telah membaca surat ini berarti aku

telah menjadi seorang peri yang akan berusaha untuk

melindungi mutiara itu, dan melindungimu. Dan

kau telah terbebas dari apapun yang mengancammu.

Aku, ayah dan bunda bukan lagi manusia ketika kau

benar-benar sampai pada kalimat ini. Dan kami benar-

benar pergi dari bumi ini. Begitupun Lucifer, dia akan

benar-benar hancur.

Always Loving You

Choi Han Kyung

Panggilan yang dapat kudengar darimu, ketika kau

benar-benar menginginkanku untuk ada di sampingmu

dan….

mencintaiku.

***

Ku lihat Jun terdiam. Mungkin, dia memang inginkan aku pergi. Dan itu sudah kulakukan kini, aku pergi bersama kedua orang tuaku. Menjalani hidup baru yang tak pernah ku tahu sebelumnya.

*****

            Tempat indah ini begitu damai, dan dengan pengorbanan kami ini. Lucifer telah tiada. Dia hancur oleh

mutiara yang dia bawa. Aku membuka kenanganku bersama Yong Jun Hyung, begitu indah. Hmmm… aku akan terus mencintainya, meski aku tak dapat lagi bertemu dengannya.Aku begitu lelah. Angin semilir itu begitu nyaman, terlebih ketika bau salju itu membuat pikiranku tenang dan terbang menuju tempat yang kuinginkan. Aku tertidur.

“Choi Han Kyung, aku mencintaimu. Dapatkah kau menemaniku dan kembali?? Aku membutuhkan cintamu di sini..”

“Yong Jun Hyung??!” aku terbangun dengan suara itu.

“Jun?? Benarkah kau memanggilku?? Tidakkah itu hanya mimpiku??”

~~~~~~~The End~~~~~~~

Terima kasih udah baca FF q…

jangan lupa comment  ya teman-teman…

satu komen kalian sangatlah membantu…

Gomapseumnida…

😀

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

15 thoughts on “Aku Hidup untuk Hidupmu”

  1. Setelah menimbang, memikirkan, merencanakan, dan mempertimbangkan.
    Mengenai karya kamu kali ini…..

    Waduh, aku bingung mau tulis apa.
    #sesungguhnya aku belum baca, aku hanya baca awalnya aja.
    Kapan-kapan aja ya.

    Tapi, FIGHTING!!!
    Semangat terus.
    Buat karya yang bikin Jun Hyung bangga ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s