Beauty Mail

 19 Desember 2011

Annyeong haseyo Jun Hyung oppa.

Pertama yang ingin kuucapkan adalah “Saengil chukkae hamnida oppa”

wish you all the best Yong Jun Hyung and always do the best for your life.

Amiin… So Beast! saranghaeyo!! Good Luck oppa, Good luck B2ST.

^^Saranghaeyo oppa^^

Beauty

Itu adalah e-mail teratas e-mail pertama yang masuk inboxku hariini. Mungkin karena mataku yang tak juga terpejam, aku yang biasanya jarang sekali membuka e-mailku tanpa sadar membuka e-mail untuk pertama kalinyasetelah debut full album ke 2 kami, sebulan yang lalu. Aku begitu bahagia ,memiliki mereka (para BEAUTY) yang begitu mencintai kami. Dengan senyumanku, aku membalas e-mail itu. Dalam hatiku berkata,”BEAUTY, aku mencintaimu.” Kubaca lagi e-mail itu, ada sesuatu yang janggal. Semua e-mail dari para BEAUTY yang pernah kubaca, pasti terdapat nama, alamat atau bahkan nomor handphone mereka. Tapi, email ini, tak ada satupun identitas jelas yang tercantum. Tanganku terus berjalan mengetikkan semua kata-kata yang terngiang dalam benakku. Dan ”send….” Syukurlah mataku ternyata masih normal, kini aku begitu menginginkan tidur yang sedari tadi kurindukan. Hmmm…

”Annyeonghi Jhumuseyo Jun Hyung…” ucapku pada diriku sendiri. Belum genap 5 menit kupejamkan mataku, kudengar handphoneku berbunyi. Wah dari Doo joon hyung, dan berturut-turut semua B2ST memberikanku sebuah pesan yang sama.

”Saengil Chukkae Yong Junhyungie..”

Wish you all the best.

Tunggu, Jangan terharu dulu.

Aku akan mengirimkanmu sebuah video khusus untukmu.

So B2ST, fighting! ^^

B2ST always loving you.

Jaga dirimu baik-baik disana.

We always miss you.

Mereka selalu bisa membuatku terharu. Mereka selalu memberikanku yang terbaik meski aku jauh dari mereka. Tak terasa kuteteskan air mataku, ketika kulihat video yang mereka hadiahkan untukku. Dalam video itu, mereka menyanyikan lagu ulang tahun serta meniup lilin bersama untukku. Dan terlihat mereka membawa kado masing-masing, serta mengulurkannya kepadaku. Di akhir video, bersama-sama mereka mengucapkan,

”Jangan menangis Junhyungie. Kami selalu mencintaimu, kapanpun, dimanapun dan di saat apapun.”

Dan mereka memberikan sebuah ciuman untukku. Sungguh mereka adalah keluarga yang sangat berharga bagiku.

*****

Enam bulan berlalu dari umur 23 tahunku. Enam bulan juga berlalu dari konser pertamaku di Amerika bersama Usher. Aku begitu bersyukur untuk semua yang telah kugapai. Ini semua tak lepas dari kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa, B2ST, dan tentunya para BEAUTY yang terus mendukung kami. Dan kuingat, enam bulan pula aku bersahabat dengan Beauty. Aku tak tahu, kenapa aku bisa begitu percaya dan bahagia ketika kami saling berkirim email, bercanda, bahkan curhat. Dia selalu membicarakan hal yang lain ketika aku tanyakan identitasnya. Biarlah, kuyakin ada saatnya dia akan menjawab tentang segala pertanyaanku. Dia hanya mengatakan dia ingin aku memanggilnya ”Beauty.” Aku menganggap Beauty seperti adik, kakak, bahkan ibuku. Dia selalu ada saat aku membutuhkannya, seperti para hyung dan youngbae B2ST. Aku tak pernah ragu menceritakan segala yang ada dalam hidupku padanya, entah kenapa aku begitu percaya pada noona yang satu ini. Mungkin aku akan lebih bahagia jika aku bertemu dengannya. Noona, siapakah dirimu?? Lamunanku terbangunkan oleh pesan yang dikirimkan manager Jiyong. Dia telah merubah jadwal B2ST untuk hari ini. Dan dia ingin mengadakan meeting dadakan di ruang latihan Cube bersama kami. Apa yang terjadi??

*****

”Apa??? Comedy??” ucapku terkejut.

”Iya, Jun. Kalian akan memainkan sebuah Comedy. Tak ada masalah khan?”

Oh tidak! Kumohon jangan Comedy! Aku tak bisa dan aku tak pernah suka dengan sebuah Comedy. Akan sangat sulit bagiku untuk mendalami apa yang tak pernah kusuka. Harus bergaya lucu, konyol??? Oh tidakkk…. aku menginginkan segalanya yang serius, dengan sebuah kharisma. Tapi aku tak mungkin mengeluarkan perasaan marahku di saat mereka semua setuju dan berbahagia akan ini. Aku tak kan tampakkan kemarahanku. Meski rasanya aku ingin mengatakan Tidakkk!!! Aku tak ingin melakukannya!

*****

Kukirim sebuah email untuk Beauty. Kuungkapkan segala yang kurasakan saat ini.

Annyeong haseyo Beauty.

Beauty, hatiku tak baik saat ini. Tadi, manager mengadakan meeting dadakan

dengan kami. Dan ternyata kami harus memulai sebuah comedy.

Beauty, Bisakah kau memberiku nomor handphonemu.

Aku ingin bicara padamu.

Ku mohoon… Aku membutuhkanmu.

Semua tak akan reda saat aku hanya menulis seperti ini.

Ku mohoon.. 

Tak lama setelah kukirim email itu, Beauty membalasnya. Namun, dia masih ragu dengan apa yang kukatakan. Dia tak mencantumkan nomor handphonenya. Kenapa dia seperti itu??? Aku tak akan menyakitinya hanya dengan meminta nomor handphonenya.

Kenapa kau seperti itu?

Kau yang satu-satunya kuharapkan ada dan menghiburku.

Karena tak mungkin aku mengatakannya pada mereka.

Aku tak ingin menghancurkan mereka, di saat mereka bahagia.

Tolong.. Mengertilah!!!!

T.T

Kali ini, dia menuruti keinginanku. Kudapatkan nomor handphonenya. Tanpa membuang waktu lagi, kutelepon dia.

”Yeobseyo *)??”

Itukah suara Beauty?

”Yeobseyo?? Nuguseyo?” dia berbicara lagi.

”Yy..yeobseyo. Aku Jun Hyung, Beauty.”

aku tak tahu apa yang harus kukatakan lagi.

”Annyeong haseyo Jun oppa.”

”oo.. an..nyeong..”

Entah kenapa semua hilang, tak ada kata-kata, beban yang ingin kubagi tadipun hilang. Menguap entah kemana. Namun, aku teringat kembali ketika dia memulai pembicaraan dengan menanyakan masalahku. Aku menceritakan segalanya padanya, bahkan aku luapkan marah dan tangisku. Dia memberiku banyak nasehat, dan kata-kata yang mendinginkan hatiku. Dia katakan bahwa semua ini akan menjadikan pengalaman yang berharga bagiku. Dan aku pasti akan menikmatinya seiring waktu berjalan.

”Jeongmal gomawoyo noona. Aku gak tahu lagi, siapa yang harus mendengarkan semua ini selain kau.”

”Ceonmaneyo oppa, aku akan membantumu semampuku dengan senang hati.”

”Noona, aku pengeeennn… banget tahu siapa sich noona sebenarnya?”

”Oppa lupa ya? Aku Beauty, oppa. He.He” jawabnya ringan.

”Maksudku nama noona yang sebenarnya?”

”Emmm… oppa, eomma manggil aku nich.. Night oppa.”

”Tapi..

Night noona. Jeongmal gomawoyo noona.”

“Ne, ceonmaneyo.Fighting oppa!”

Sebenarnya aku ingin mendengar suaranya lebih lama, tapi mungkin bukan untuk saat ini. Hmmm… kulihat sebuah pesan mendarat di handphoneku.

Oppa, mungkin saat inibukan waktu yang tepat untuk menjawab pertanyaanmu tadi. Suatu saat kau pasti akan tahu siapa aku oppa. Good night ^^

Kenapa dia tak pernah mau aku mengetahui identitasnya? Siapakah sebenarnya dia? ***** Hari ini adalah hari pertama shooting Comedy berjudul “B2ST in Laugh.” Aku masih sedikit berat hati menjalani semua ini, namun kuingat semangat yang diberikan Beauty untukku. Aku tak akan mengecewakannya. Di tengah benakku yang terus ada untuk Beauty. Kulihat seorang gadis menghampiri lokasi shooting, dia memberikan salam kepada semua kru. Lalu, Produser mengenalkannya pada kami. Dia adalah Choi Han Kyung, trainee dari YGE. Aku tak pernah mengenalnya sebelum ini. Tapi, kurasa dia bukan orang yang menyenangkan. Dia tak berbicara sepatah katapun kepadaku, setelah perkenalan tadi. Dia hanya berbicara pada member yang lain. Tak ramah sedikitpun! Aku ingin menceritakannya pada Beauty, kuambil handphoneku. Dan…

“Apa yang kau lakukan?!”

handphoneku basah oleh minuman yang ia tumpahkan.

“Maaf oppa.. maafkan aku, aku tak sengaja.” sesalnya.

Aku tak menggubrisnya, aku berlalu meninggalkannya menuju kamar mandi. Dugaanku tak mleset sedikitpun, dia memang tak menyenangkan. Bahkan sangat, sangat menyebalkan! Di hari pertama bertemu denganku bukan membuatku terkesan malah membuatku sangat sebal dan membencinya. Hari ini, HANCUR!!

*****

Pulang shooting, aku langsung pulang menuju apartemen pribadiku. Aku tak pulang ke dorm, karena aku ingin menenangkan pikiranku terlebih dahulu dari hari ini yang begitu menyedihkan untukku. Aku menelpon Beauty, aku ingin menceritakan segalanya padanya. Namun, kudengar suaranya berbeda.

“Beauty? Apa yang terjadi? Kau sakit?”

“Hha? Enggak oppa. Aku gak papa kuk.” jawabnya.

“Tapi suaramu berbeda. Kamu habis nangis ya?”

“Hha? Enggak kuq oppa.”

“Jangan pernah berbohong padaku, Beauty. Aku akan mendengarkan ceritamu kuq. Cerita aja, jangan pernah menyimpannya sendiri.”

Aku tetap bersikeras untuk mendengarkan masalahnya. Namun, dia juga tetap kukuh untuk membawa masalahnya sendiri, tanpa membaginya sedikitpun padaku.

“Oppa, ada apa kuq gak biasanya telpon? Oppa pengen cerita apa?” suara lembutnya kudengar seperti dia berada di dekatku.

“Hmm.. Aku tahu suasana hatimu sedang tak baik. Tak mungkin aku membagi bebanku untukmu juga. Sekarang, aku ingin menghiburmu girl.”

“Oppa, kondisiku tak seburuk seperti yang kau pikir. Aku baik-baik aja kuq. Oppa cerita ya?”

Aku tak menghiraukan apa yang Beauty katakan. Aku tak begitu yakin untuk menyanyikan lagu ini untuk Beauty.

“I’m gonna make you love me nul saranghandago. Nan niga isseo haengbokhae ounjaena neoppun in geol […]”

Beauty pernah berkata padaku, dia sangat menyukai lagu “You” dari first full album fiction and fact nya B2ST. Jadi, aku ingin menghiburnya dengan menyanyikan lagu kesayangannya itu. Meski awalnya bukan itu alasanku menyanyikan lagu itu.

“Nal saranghae jwoyo, nal saranghae jwoyo, nal barabwa jwoyo.”

Bait terakhir dari lagu itu akhirnya selesai juga. Hatiku begitu lega setelah kunyanyikan lagu itu untuk Beauty.

“Beauty?” Kudengarkan hembusan nafasnya saja yang menjawab sapaanku. Hmm.. mungkin dia tertidur. Ada sedikit rasa sebal yang melingkupi hatiku, namun mengingat keadaannya yang sedang tak baik. Aku memakluminya. “Good night Beauty, have nice dream with me. Saranghaeyo..”

*****

Oppa, maafkan aku.

Kemarin aku tertidur,

Maafkan aku oppa.

^^ Oh iya. Terima kasih untuk lagunya.

Suaramu begitu indah. 

semangat untuk hari ini  Have nice day 😀

Pesan yang selalu kutunggu kehadirannya. Kubuka mataku dengan penuh semangat dan senyuman. Aku berjanji, demi Beauty aku akan menjalani aktifitasku dengan baik. Kubuka jendela kamarku, kubiarkan udara segar masuk ke dalam kamarku. Tak biasanya aku membuka mata sepagi ini. Namun, rasa bahagiaku mengalahkan kantuk yang masih menyerang. Entah apa yang membuatku bahagia. Semua terasa lega setelah bait terakhir dari “You” selesai kunyanyikan untuknya tadi malam. Aku juga begitu bahagia dengan pesan yang dia kirim untukku pagi ini. Mengapa aku jadi seperi ini? Setiap kuingat dia, aku hanya ingin tersenyum, jantungku selalu berdegup lebih cepat ketika dia berbicara.

“I’m gonna make you love me nul saranghandago. Nan niga isseo haengbokhae ounjaena neoppun in geol Beauty*)..”

*****

“Oppa, ada nasi di atas bibirmu.” ucap Han Kyung dengan santainya dan sebuah senyuman.

“Ohh? Gomapta.”

Kudengarkan mereka semua menertawakanku. Kenapa dia katakan itu dengan terang-terangan di depan mereka semua. Kenapa dia tak katakan saat mereka pergi saja? Sungguh dia membuatku semakin tak menyukai sikapnya. Dia begitu suka menginjak-injak harga diriku. Aku berjalan menuju ruang rias. Mencoba meredam segala emosiku dengan berdiam diri di sana. Dan tiba-tiba kudengar pintu terbuka.

“Oppa?? Kau baik-baik saja?” kulihat Han Kyung memasuki ruangan. “Menurutmu bagaimana?? Kenapa sich kamu sangat menyukai untuk menggangguku? Menginjak-injak harga diriku??? Kenapa juga Tuhan menciptakan manusia sepertimu? Begitu MENYEBALKAN!!!!” jawabku dengan marah.

“Maksud oppa apa? Maafkan aku Oppa yang tak bisa sempurna untukmu.”

Aku begitu malas mendengar ucapannya. Kutinggalkan dia sendiri dalam ruang rias. Aku keluar dengan perasaan yang masih begitu tak baik. Aku tahu dia berniat baik dengan menegurku seperti itu, namun dia mengatakan pada saat yang tepat. Seharusnya dia mengatakannya dengan perlahan, tanpa diketahui yang lainnya. Karena sebelum dia katakan itu padaku tak ada seorangpun yang tahu.

*****

Aku begitu bersyukur, shooting comedy ku telah usai. Dan aku bisa terbebas dari manusia paling mengerikan di dunia. Hwa.ha.ha

*****

Noona,

hari ini aku ada shooting untuk iklan.

Aku akan menjadi seorang malaikat untukmu.^^

Doakan sukses ya…

Saranghaeyo… 😀

He.He.He.

Berharap esok aku dapat menatap wajah indahmu.

Kukirimkan seuntai senyumku itu untuk Beauty. He.He dan kata yang kusisipkan di antara senyumku itu, semoga Beauty mampu membaca perasaanku padanya.

*****

Beauty tak juga membalas pesan itu. Hmmm… mungkin dia begitu sibuk. Aku berusaha meyakinkan hatiku yang mulai dipengaruhi oleh mood jelekku. Aku yakinkan diriku bahwa Beauty selalu dalam keadaan yang baik. Oh tidak!!! Jangan dia lagi! Kulihat Han Kyung berjalan tergesa menuju ke arah kami. Dia meminta maaf untuk keterlambatannya.

“Kenapa dia ada di sini?”aku bertanya pada yoseob.

“Dia juga ada dalam shooting ini hyung.” jelasnya singkat sambil tetap asik dengan PSPnya.

“Kenapa aku tak mengetahuinya?”

“Kami pun juga baru tahu hyung. Manager memberi tahu kami saat hyung ke toilet.”

Bad mood!! Itu yang kini kurasakan. Dapat giliran terakhir shooting, ketemu gadis itu pula. Dan yang terparah, nanti aku harus mengambil adegan cute dengannya. Hmmm…

“Jun.” Panggil sutradara sambil menganggukkan kepalanya ringan padaku. Aku beranjak dari dudukku. Bersiap mengambil posisi senyaman mungkin karena aku berada di tempat yang tak pernah kuinginkan. Dan… dia datang. Sang pembawa petaka!! Beberapa kali aku gagal dalam mengambil bagianku. Aku lelah, namun aku tak boleh menyerah seperti ini. Kuhirup nafas dalam-dalam kucoba mengambil pose se cute mungkin. Saat aku hampir saja berhasil menyelesaikan ini….

“YYYAA!!!!”

Oh Tuhaaaann!!! Dia membuatku jatuh ke dalam lumpur sekarang.

“Ya Tuhan. Maafkan aku oppa.” Dia terlihat begitu menyesal dan mengulurkan tangannya untukku. Aku mendekatinya. Rasanya aku ingin marah padanya. Tapi ini semua tak mungkin kulakukan di depan semua orang.

*****

Aku pulang dengan perasaanku yang belum membaik. Aku tak akan membaik sebelum aku mendengar Beauty menghiburku. Aku inginkan dia. Aku membutuhkan sosoknya disini.

“Oppa, tunggu aku.” kudengar suara Han Kyung mengejarku.

“Apalagi yang kau inginkan?! Belum cukupkah kau mengangguku?”

“Oppa, maafkan aku. Aku tadi benar-benar tak sengaja. Maafkan aku oppa.” “Tak sengaja?? Selalu tak sengaja! Tak ada alasan lain yang lebih masuk akal yang dapat kau katakan padaku??”

“Oppa, kumohon maafkan aku..” kulihat air matanya mulai mengalir. “Kumohon, jangan pernah menemuiku lagi. Aku tak pernah membutuhkanmu! Mianhae..”

“Oppa, benarkah itu yang kau mau???”

“Aku tak pernah ragu dengan apa yang ku katakan.” “Benarkah oppa?? Maafkan Beauty Oppa…”

Siapa? Beauty? Darimana dia tahu tentang Beauty?? Tak ada satupun orang yang tahu tentang hubungannya denganku. Aku tak pernah menceritakannya pada siapapun. Dan apa maksud dari kata-katanya itu?

“Beauty??? Bagaimana kau tahu tentangnya??”

“Aku mengenalnya lebih dari kau Oppa, aku lebih lama mengenalnya daripada kau Oppa. Bahkan aku lebih tahu tentangnya. Aku mengerti akan keadaannya, sebelum dia menceritakannya padaku. Dia selalu menangis akan kemarahanmu padanya. Dia bahagia dengan nyanyian tulusmu untuknya. Dia tidur dengan mimpi tentangmu. Dia bertahan meski kau membencinya. Dia mencintai semua yang ada pada dirimu oppa!!! Dan kini, dia menangis untuk pertemuan terakhirnya denganmu oppa! Mengapa kau tak mencoba membuka hatimu oppa? Kau buta! Sadarkah kau Oppa dengan semua itu?!”

“Han kyung?? Maksudmu apa dengan mengatakan semua itu??” Aku masih ragu dengan apa yang kupikirkan. Benarkah Beauty itu Han Kyung. Mungkin kekhawatiranku itu benar, tapi aku masih tak ingin mempercayainya. Benarkah Beauty yang selam ini kurindukan untuk ada di sisiku adalah seorang yang sebenarnya sangat kubenci?? Tidak mungkin!!! Aku menatapnya dengan penuh tanya.

“Iya Oppa, aku Beauty. Inilah alasan kenapa aku tak pernah ingin memberikan identitasku untukmu. Bahkan bertemu denganmu, aku takut berbuat salah. Aku takut kau kecewa denganku. Meski kau tahu Oppa, rasa rinduku padamu, pada cinta yang sering kau kirim untukku seringkali membuatku sakit. Sakit yang menurutku gak ada artinya sekarang. Karena sejak awal merasakan indahnya cintamu sebagai Beauty, tak akan pernah kau berikan saat aku adalah Han Kyung. Aku tak tahu kenapa kau dari awal sudah membenciku??!!! Tapi aku bertahan Oppa, dengan Beauty aku merasakan cintamu. Meski kutahu itu semua tak akan nyata, setidaknya aku masih merasakan cinta itu!!” kulihat air matanya semakin deras membasahi pipinya.

Sekejam itukah aku padanya?? Kenapa selama ini aku buta?? Kenapa selama ini aku begitu jahat??? Hanya karena awal yang tak kuinginkan. Han kyung, benarkah kau adalah dia?? Han Kyung maafkan aku. Mataku mulai terasa panas, ingin sekali rasanya aku meminta maaf dan menebus semua kesalahan ini. Tapi entah, bibirku tak mampu katakan apapun. Aku hanya bisa menangis.

“Oppa, aku tahu semua ini salahku. Maafkan aku atas semua yang pernah kuperbuat Padamu, atas semua kebohongan ini. Atas semua ketaksempurnaanku untukmu. Dan untuk semua kekecewaan yang kuberikan untukmu. Maafkan aku Oppa.”

Oh tidaaakkkk! Dia berpaling meninggalkanku. Aku ingin mengejarnya, aku mohon.. jangan pergi Han Kyung. Namun, kakiku serasa tak ingin beranjak dari tempatku. Kuberanikan diriku untuk mengejarnya. Kubunuh semua rasa gengsi yang ada dalam diriku. “Han Kyung, kumohon maafkan aku. Jangan pergi… aku mohon.. kau boleh lakukan apapun padaku untuk menebus kesalahanku. Aku mohon Han Kyung…” kupeluk dia. Dia terdiam, membeku dengan segala suasana yang ada di antara kami.

“Han Kyung, kumohooonn… maafkan aku. Aku sungguh buta dengan semua ini. Aku tak mampu melihatmu. Maafkan aku Han kyung. Aku mencintaimu Han Kyung..” kurasakan air mataku tak lagi terbendung.

“Oppa, aku selalu memaafkanmu apapun kesalahanmu.” Dia tersenyum, senyuman yang dulu sangat kubenci. Namun kini hanya senyuman itu yang selalu kuinginkan. Dia letakkan kedua telunjuknya pada kedua pipiku. Dia usap air mataku. Setulus itukah hatimu padaku Han Kyung??? Dia menatapku begitu lekat, aku memeluknya.

“Han Kyung, maafkan aku. Sungguh, aku menginginkanmu selama ini. Aku menginginkanmu di balik semua yang tak kutahu. Kumohon jangan pernah pergi dariku. Aku mencintaimu, aku membutuhkanmu Han kyung. Lupakan semua perkataanku tadi.”

“Oppa, benarkah dengan apa yang kau katakan?? Apakah kau tak akan menyesal dengan semua yang kau katakan itu? mampukah kau menerimaku sebagai seorang Han Kyung??”

“Han Kyung, I love you the way you are.” Kukeluarkan sebuah cincin dari saku jasku. Kuraih tangannya, kupasangkan cincin itu pada jari manisnya. Dia hanya bisa tertegun, dan menatapku. Dia menangis, kulihat kebahagiaan di tengah tangisnya.

“Oppa kau terlalu cepat memberikan semua ini padaku.” protesnya.

“Dari awal aku berjanji aku hanya akan memberikan cincin ini pada calon istriku. Karena cincin ini sangat berarti, hasil awal dari kerja kerasku. Aku tak ingin cincin ini lebih lama lagi berada padaku. Aku ingin Beauty Han kyung yang memakainya.”

“Sarangaheyo Oppa..” dia memelukku begitu erat.

“Nado saranghae honey..”

Malam ini begitu indah. Bintang-bintang bertabur bagai intan permata, berkelip, dan ikut merasakan kebahagiaan kami dengan memancarkan sinarnya yang lebih terang dari biasanya. Han Kyung, selamanya kuingin bersamamu. Saranghaeyo.

~~~~~~~~~~~~The End~~~~~~~~~~~~~~

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s