Konferensi Pers

Memang terasa malas di awal untuk mendatangi acara yang bisa disebut “anak muda bangeet” minggu kemaren. Bagi saya acara seperti itu hanya membuang waktu tanpa ada hasil yang jelas bermanfaat. Alhasil saya datang hanya untuk memenuhi absen saja.

Bayangkan, sejam sebelum acara dimulai saya sudah tiba dan banyak teman-teman saya menertawakan saya dari SMS bahwa terlalu pagi untuk datang. Tapi mau bagaimana lagi, saya langsung ke kampus dari Kepanjen tanpa mampir terlebih dahulu ke rumah kos. Sudah terlalu awal, bawa barang banyak lagi, sungguh terlalu. Pikir saya, daripada bolak balik dan membuang uang lebih baik saya berkorban sedikit berat.

Datang dengan naik angkot, berhenti di depan gerbang berjalan sangat pelan. Dan otak saya mulai berpikir di depan FK apa yang harus saya lakukan when no friends here?? Buku! ya buku, saya mengambil buku “Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar” karya Deddy Mulyana. Entah sekedar membaca, atau sekedar menghilangkan kegejean tentang apa yang harus saya lakukan. Yang pasti ketika saya membaca buku tebal itu, hanya sebagian yang masuk ke dalam otak saya dari beberapa halaman yang saya lahap.

Oh kenapa waktu berjalan begitu lama saat itu, telah banyak orang lewat di depan saya. begitu juga mobil, motor, sampai sepeda. Tapi kenapa jam belum juga menunjukkan pukul 3??? Dan Alhamdulillah sekali, ketika adzan ashar berkumandang. Saya mulai berjalan menuju lokasi acara, tetap dengan sebuah keraguan. Saya tuliskan nama, CP, dan jurusan. Oh lega rasanyaaaaaaaa!!!

Di depan stand absen tertempel begitu banyak foto tentang PKK Maba 2012 kemarin. Ada 2 buah papan yang menampung full memori itu. Baris paling bawah pada papan kedua, tepat di bawah sendiri bagian tengah. Berdiri sosok yang begitu menyita perhatian saya belakangan ini. Tentu, tersenyum dan bijaksana. Saya diam beberapa saat menatap sosok yang hanya tertangkap bayang warnanya itu.

Ya Allah sungguh indah kuasa-Mu.
Saya sadar tak bisa berlama-lama di depan papan itu. Saya mulai berjalan dan mencari tempat duduk. Melepas lelah, dan kembali teralihkan perhatian dengan sosok idaman itu. Saya sering menyebutnya “Mr.Why.” Dia memainkan sebuah game saat itu, yaaa game yang mirip dengan hobinya “Basket.” Bisa dibayangkan seberapa tenar dan idamannya dia. Seorang atlet basket, Ketua organisasi, duta wisata provinsi tak heran jika banyak wanita yang ingin bersamanya bahkan untuk hal yang sangat sederhana, “Take a picture with a prince.”

Sungguh dibutuhkan waktu yang lama untuk dia berdiri dan tersenyum, menampilkan bayangannya pada kamera dengan wanita-wanita itu. Tak habis-habis orang yang meminta dia untuk berfoto bersama. Saya hanya bisa duduk, sedikit jeles, dan selalu berusaha memendam niat untuk  “Take a picture with a prince.” Karena memang saya tak ada nyali untuk itu.

Tak puas dengan saya melihat semua itu, inilah tiba saatnya “Konferensi Pers” dimulai. Mr. Why bersama dengan seorang cewek yang juga terlihat seorang panitia rupanya, datang menuju kedai minuman di depan saya. Dan segelas minuman cokelat dibeli oleh si Why. Dia meminumnya, dan memberikannya kepada cewek itu.

Omo!!!!

Minumnya gantian????

Seperti sebuah sembilu masuk dengan cara begitu mengagetkan ke dalam hati saya. #alay. Oke, mungkin dugaan saya benar, tapi saya juga berharap dugaan saya salah. Oke. Kegiatan itu adalah “Konferensi Pers” Mr. Why bahwa “Mungkin dia sudah tak lajang lagi seperti statusnya di Facebook.”

Dan sejak minggu kemaren. saya putuskan untuk sangat meredam apa yang saya rasakan kepada Mr.Why.

Good beye sir.

😦

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s