Kekuatan Sebuah Kata

Kekuatan sebuah kata, sebuah makna yang mendalam. Ya Allah.. hatiku benar-benar meledak kini. Aku benar-benar ingin bekerja di sana Ya Allah. Tolong hamba-Mu ini, yang kini sedang gila. Biarkan aku tahu bagaiamana mencapai sebuah kebahagian dengan usaha keras Ya Allah.. berikan bantuan-Mu, ridho-Mu, kasih-Mu wahai Yang Maha Pemurah.

Memang motivasi yang hidup dalam sebuah hati adalah dorongan terkuat yang pernah ada. Ketika melihat seorang suri tauladan yang benar-benar seperti apa yang kita inginkan, rasanya imajinasi mulai melambung tinggi. Hati meledak tak tau itu bahagia atau apapun namanya. Membayangkan bahwa seandainya kita sekarang yang sedang ada dalam jasad itu. Menikmati indahnya kesuksesan dari sebuah jerih payah yang panjang dan berarti. Menikmati rasa syukur karena cita-cita telah tergenggam erat oleh tangan kita. Menengok kembali kepada perjuangan panjang yang telah kita jalani. Doa, tangis tengah malam, usaha tak kenal lelah, serta restu dari orang-orang tercinta. Seperti sebuah petak-petak jalan yang telah kita telusuri untuk sampai pada sebuah tempat yang kita inginkan. Dimana kita telah merangkai segala mimpi dan asa untuk melanjutkannya di sana.

Memang tak hanya petak indah pastinya yang akan kita rangkai. Pasti ada petak-petak yang tak begitu ingin kita ambil kala itu. Karena terlalu menyakitkan atau berat. Karena tak hanya motivasi positif  yang kita peroleh dari mimpi kita yang tinggi. Namun tak jarang cemoohan akan mimpi kita lebih banyak kita terima daripada motivasi positif itu. Namun, tanpa disadari ternyata kenegatifan yang kita terima itulah yang mem buat kita semakin maju. Karena dalam hati kecil kita, kita selalu memiliki tekad untuk menjadi lebih baik dan membuktikan bahwa mimpi kita bukanlah sekedar mimpi belaka. Tapi mimpi kita akan terwujud dengan usaha kita, doa kita, doa orang-orang yang kita cintai.

Dan Allah adalah Dzat Yang Maha Pemurah, Pengasih dan Penyayang. Yang selalu mendengarkan hamba-Nya. Yang selalu menuntut hamba-Nya untuk yang terbaik. Dia tak pernah membiarkan hamba-Nya sendiri, meski kita jarang sekali menyadari itu. Allah selalu ada di samping kita, menemani kita, menuntun kita, mengasihi kita. Dan andai kita selalu sadar, sebenarnya kita tak pernah sendiri, memang tak pernah sendiri. Karena Allah selalu bersama kita.

Ya Allah.. aku disini sebagai hamba-Mu yang tak pernah puas dengan segala yang Kau berikan. Ampuni aku ya Allah.. segala kedzaliman yang kuperbuat pada-Mu juga pada orang-orang yang mencintaiku selama ini. Ampuni ya Allah.. jika aku tak henti-hentinya menambah dosaku. Aku memang tak pantas masuk ke dalam surga-Mu ya Rabb, tapi aku juga tak akan pernah kuat menahan siks neraka-Mu. Ampuni dosaku ya Allah..

Ya Allah.. berikan aku petunjuk-Mu harus bagaimana akau melangkah. Selalu tuntun aku menuju apa yang Engkau kira baik untukku. Ridhoi segala cita-citaku ya Allah.. ridhoi hamba-Mu ini untuk menyempurnakan ibadah sebagai pekerja yang baik ya Allah.. berikan jalan terang-Mu menuju VOA untukku ya Allah. Bimbinglah aku, hindarkan aku dari segala rasa malas ya Allah..

Rabbanaa Aatinaa fiddunya hasanah wa fil aakhiroti hasanatauw waqinaa ‘adzaabannar.

Amiiinnnn..

 

Ya Allah..

Dengan ridho-Mu, aku siap bekerja sebagai Official Reporter VOA, International Bureau Broadcaster VOA.

Aku siap ya Allah..

😀

@Homesweethome

October 27th, 2012 12:02 am

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s