Berangkat dan Pulang

Berangkat dan pulang, kata yang saling beroposisi satu sama lain. Dan tentunya menorehkan pesan yang berbeda-beda pula bagi setiap individu. Adakalanya seseorang lebih mengharapkan untuk pergi atau berangkat menuju suatu tempat, entah tempat kerja, kuliah, sekolah, atau yang lainnya. Tapi juga banyak yang lebih mengharapkan pulang “Dari” tempat kerja, kuliah, sekolah juga yang lainnya.

Banyak sekali yang mendapatkan semangat juga sebuah kenyamanan di dalam tempat yang bukan dinamakan lingkungan rumah. Passion kerja yang tinggi, serta mudahnya beradaptasi bisa saja mendukung keadaan seperti ini.

Namun jika seseorang lebih nyaman di dalam rumah bisa saja dia adalah seorang yang manja dan sulit untuk beradaptasi. Terlebih dengan tidak pernahnya individu itu keluar secara waktu yang lama dari rumah. Dan mungkin saja itu pertama kalinya dia keluar dari rumah yang selama ini adalah tempat satu-satunya ia bercengkerama.

Memang terkadang dirasakan berangkat membutuhkan sesuatu yang lebih kuat daripada pulang. Seperti ada sesuatu yang mengganjal ketika kita diantar ke sebuah pemberhentian angkutan umum misalnya oleh orang tua. Dan kita harus naik bus, atau kereta atau pesawat dengan seorang diri. Sebenarnya memang hal berat itu bukan ketika bekerjanya atau belajarnya, melainkan bayangan perjalanan menuju tempat bekerja atau belajar itu yang membuat terasa berat. Sebuah pemikiran yang mayoritas memang dialami oleh anak kos baru, atau pekerja baru.

Memang itu semua tak hanya disebabkan oleh alasan yang ada di atas. Masih banyak alasan-alasan lain yang dapat mempengaruhi seorang individu untuk mencintai rumah atau lingkunagn luar rumah. Seperti suasana rumah, suasana tempat kerja, motivasi, dll. Namun ketika mereka telah menemukan kunci kenyamanan tersebut maka sebuah kenyamanan tak hanya ditemukan dalam satu sisi saja. Kenyamanan tersebut akan datang pada kedua sisi berangkat dan pulang tersebut dengan mudah dan indahnya.

Merubah sebuah mindset memang bukanlah hal yang mudah. Namun  tak ada salahnya jika seseorang mencoba untuk merubahnya. Karena sebuah kenyamanan adalah hal yang penting untuk mendukung semangat kerja yang pastinya akan berpengaruh kepada hasil kerja itu sendiri. Jika kita selalu nyaman dan senang serta tak terpaksa dalam menjalankan sesuatu maka hasil dari apa yang kita kerjakan tersebut juga akan optimal seoptimal kinerja kita.

@Homesweethome

November 2nd, 2012 1:05 pm

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s