Moon

28102012586Tak mampu terpejam, bahkan terasa hingga dinginnya pagi datang. Menunggu rembulan untuk menatapku, sekali saja. Aku terus berjalan mengikuti bulan yang tepat berada di atasku. Begitu anggun, indah, dan selalu buatku tersenyum. Tak sekalipun terlihat buruk untukku.  Bahkan ketika aku tak dapat melihat sepenuhnya.

Ketika aku dapat melihat sinar rembulan sepenuhnya, aku bisa melihat bintang di sisinya. Haruskah kukatakan indah?? Rembulanku tertawa dengan bintang di sisinya. Aku tersenyum, memang indah. Bahkan keindahan itu ada dan selalu ada hingga matahari menampakkan dirinya. Aku tak melihat mereka, tak satupun.

Aku berjalan lagi, aku menunggu malam. Aku menunggu ketika bulan terlihat senyumnya, ketika bulan memberikan cahayanya, ketika bulan tertawa bersama bintangnya. Bulan itu selamanya akan menjadi bulanku yang tak pernah menjadi milikku. Aku benci ketika aku tetap merindukan bulan seperti waktu yang lalu, dan aku selalu membencinya ketika aku tersadar untuk itu. Maaf..

 

Friday April  26th ,2013

05.00 am

 

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s