Train – Summer Face (Part 2)

181020131865Aku inginkan sebuah peristiwa yang menarik untuk ditulis, aku ingin mencarinya, dan aku harus mencarinya. Aku ingin mencari sebuah perang atau mengungkap sebuah fakta dan menyebabkan kegemparan dan kebenaran. Aku inginkan semua yang fantastis, terlebih untuk ibuku. Ibuku yang tak lagi muda, ibuku yang belum pernah merasa kubuat bangga untuk diriku. Oh God, tapi bagaimana? Aku sendiri tak tahu harus bagaimana untuk membuatnya bahagia. Aku hanya bisa membuatnya khawatir dengan pekerjaanku ini. Tapi aku juga tak bisa menghentikan ini semua, otakku akan mati jika aku berhenti mencari berita dan menulisnya. Aku rasa semua ini adalah harga dari hidupku yang masih selalu datar. Selalu saja datar. Tapi aku yakin pasti suatu saat ibuku akan bangga dan bahagia karenaku, aku selalu meyakini hal itu.

Malam yang hangat di musim panas, aku selalu menyukainya. Aku bisa tidur tanpa selimut dan memakai pakaian apapun yang kuinginkan untuk tidur. Segera tidur dan segera bangun kembali untuk mencari perang yang kuinginkan. Semoga esok kudapatkan perang itu, aku telah haus dengan semua yang menggetarkan ketika dibaca. Itu doaku sebelum tidur.

*****

            Tak seperti biasanya stasiun begitu sepi ketika aku sampai. Aku tak melihat mereka yang biasa di sini, aku hanya melihat lelaki yang kurasa pustakawan itu. Dia tersenyum dan menganggukkan kepalanya padaku. Ya sepertinya dia bukan seorang yang menyukai bicara, dia lebih menyukai apapun yang bisa dibaca atau game di tabletnya. Namun pagi ini lelaki itu membawa sebuah koran NYT, dan membacanya sehikmat pembacaan sebuah kitab suci. Hari ini lelaki itu menggunakan kemeja biru muda dan celana kain hitam lengkap dengan ikat pinggang hitam dan dasi hitam. Terlihat match dengan wajahnya yang tampan kurasa. Dia memiliki komposisi wajah yang lumayan, bentuk muka oval dengan model rambut standard seperti kebanyakan lelaki dipotong rapi, aku menyebutnya tipe rambut tebal tipis jadi akan sedikit tebal di bagian atas dan agak lebih tipis di bagian samping.  Mata coklat serta hidung mancung sexynya terlalu banyak jenis hidung mancung di sini, dan dia memiliki karakter hidung mancung seperti milik Patrick Dempsey, sexy. Dan dengan bibir tipis namun tak hilangnya, oh ya dia tak memiliki kumis ataupun jambang, wajahnya terlihat bersih sepertinya dia rajin untuk mencukur. Oke cukup untuk mengamati seseorang, itu bukanlah hal yang sopan di sini, atau mungkin di segala tempat.

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s