Jalanan

800px-G20_blood_on_road

Jalanan itu kejam, saling bertaruh untuk maut.

Selalu saja membisu ketika nyawa harus berhembus

Hilang begitu saja oleh angin, dan terhapus hujan

Jalanan itu kejam, hanya memilih penjudi sejati

Yang mau mempertaruhkan harta paling berharganya

Dan akan menjadi sangat kejam ketika menggoda manusia untuk lupa Tuhan

Membisikkan waktu yang akan berlalu bagai cahaya

Cepat, bagai kedipan, dan tak terasa

Jalanan itu kejam, membuat gelap mata

Menempa keegoisan, dan menutup rasionalitas

Jalanan itu kejam, mereka bakar siapapun yang mengingat kesadaran

Bahkan fatamorgana menari-nari di langit senja

Jalanan itu mengadu domba-domba mereka untuk membiasakan umpatan

Menambah daftar panjang keretakan moral

Menutup ingatan akan norma, dan agama

Menghapus total pikir panjang

Jalanan itu selingkuhan

Memisahkan pencinta dan yang dicintai

Jalanan itu lembar rayuan yang panjang

Tabir manis dengan isi tangisan, luka, dan kematian

Jalanan itu sang perayu

Tawarkan persahabatan palsu dengan tumbal sahabat sejati

Jalanan itu rumah dilahirkannya para penghianat

Mulai dari domba hingga sang gembala

Jalanan itu bukti  ucapan Darwin untuk seleksi alam

Jalanan itu sangat luas,

Seluas alasan-alasan akan pembantaian tak pernah usai

Jalanan itu candu

Harus dikecap walau sekarat sudah di kepala

Jalanan itu belenggu kekejaman  tiada ujung

Menuntut pembalasan walau tak ada dendam

Selalu lapar akan kematian dan luka

Jalanan itu kejam, dan kalian adalah korban

Jangan biarkan kalian tetap menjadi korban

Dengan mengumpat untuk jalanan

Semoga jalanan yang kau temui di baka penuh dengan senyuman dan pelukan

Serta ketulusan sang Maha satu untuk memanggilmu lebih awal

Pintakan pada-Nya untuk redakan air mata

Dan untuk kembalikan semangat hidup yang meredup karena kepergianmu

Kau akan selalu ada dan tetap hidup di hati kami

Karena kematian dan kekejaman jalanan hanya bisa mengambil raga

Bukanlah tawa, memori, dan harapan yang pernah kau berikan

Semoga selalu tenang di sana, dalam kasih dan peluk sang kuasa

Inspired by my cousin who pass away cause an accident.

Rest in Peace, Wish Allah give the best place for you.

Amiiiinnn.

Friday, October 25, 2013

07:28 PM

Kepanjen, wrote in my Room.

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s