Train – Smile (Part 3)

smileAku benci ketika seseorang menghancurkan moodku, terlebih jika harus di pagi hari, terlebih lagi jika penghancur mood itu adalah aku sendiri. Oh God, aku akan mengutuk diriku selama sehari ini dan aku benci itu. Pagi itu aku baru tersadar kalau memori kameraku hilang, entah dimana. Memang hanya ada sedikit data di dalamnya dan sudah kukirim berita dari kamera itu. Tapi tetap saja aku belum menyalinnya ke laptopku seluruhnya. Aku bukan tipe orang yang membuang dan melupakan begitu saja berita yang telah kutulis, aku menyimpan semua berita yang pernah kutulis. Dan aku mengingat satu persatu peristiwa saat aku menulisnya. Aku mencari ke setiap sudut, tas, meja, tempat tidur, jaket, kantung baju, oh shit aku tak tahu lagi harus mencari kemana.

Aku keluar rumah tanpa senyum, bahkan untuk ibuku. Aku juga tak menyentuh sedikitpun sarapan. Rasanya sebuah senyum itu begitu mahal saat ini, sial. Aku berjalan menuju stasiun dengan malas, dengan perut lapar dan belum meminum setetes air pun semakin membuat moodku kacau. Tak biasanya aku pergi dengan perut sekosong ini, dan mood seburuk ini. Sangat menyebalkan kenapa alam pun serasa tak mendukungku untuk sedikit tersenyum? Aku benci mendung, matahari seakan menampakkan kekacauan yang sama hingga enggan datang. Bahkan hampir saja aku ketinggalan kereta karena aku benar-benar malas untuk berjalan.  Tak seperti biasanya kereta sepenuh ini di waktu yang bisa dikatakan masih sangat pagi, bahkan aku tak mendapat tempat duduk. Aku melihat pustakawan itu juga berdiri sekitar 2 meter di depanku, dengan kemeja pendek yang memperlihatkan lengannya yang lumayan, tapi terlihat tak semenarik kemarin. Dan aku tak bisa melihat bagian bawahnya karena memang keadaan kereta tak mendukung untuk itu. Kini dia memakai kacamatanya, entah benar memiliki sakit mata atau hanya untuk fashion. Oh God, semua terasa buruk hari ini aku hanya ingin tak merasa seburuk ini Tuhan. Kembalikan senyumku Tuhan. Kurasa dia tahu aku mengamatinya, dia melihatku dan tersenyum seperti biasanya. Dan aku tersenyum.

To Be continued

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s