Ulat itu Sebenarnya adalah Naga

Idealis??!

Benarkah kau idealis?

Benarkah kau liar dan tak terpenjara??!

Alah!!! Aku tak sedikitpun percaya

Ingat, aku masih melihat kau dalam jambangan itu

Jambangan dalam kuasa yang tak kau percayai sedikitpun

Jambangan yang tak bisa kau tampik

Jambangan yang tak bisa kau debat

Jambangan tempat kau berlindung (sementara dan selama ini)

Kau tahu??

Hujan pun turun melihatmu tak berdaya

Kau naga dalam duniamu, tapi kau hanya ulat ketika bersanding dengan dunia kecil itu

Kenapa kau memilih diam?

Padahal kau selalu katakan kau akan berjalan dengan rasionalitasmu?

Kau menatapku dengan mata sakitmu

Tanpa kata

Matamu berbicara

Dan lagi cinta memaksamu untuk buta

Aku tahu kau masih mengira jambangan itu buntu

Kau katakan bahwa kau tak selalu benar

Dalam mata sayu dan sekaratmu

Kau masih yakin satu jalan bahwa nanti kau akan pergi

Pergi dari kungkungan itu dan mulai menyambut mentari, tersenyum dan terbang

Aku tersenyum,

Matamu memerah ketika kau sepenuhnya sadar namun tak mampu bergerak

Ketika kau sadar bahwa kau memilih munafik saat ini

Kau selalu berikan mata indahmu untuk dunia

Kenapa?

Kau tak ingin mencari kawan???

Kau mengutuk lagi dunia kecil itu

Dunia yang kau anggap hancurkan kau dan “kawan-kawan” mu itu

Bahkan aku mendengar tangismu dalam gelap

“Ibu, aku ingin kau mendengar kecewaku bukan hanya sekedar melihatnya

Tapi aku bukanlah orang yang sengaja ingin menambah carut lukamu

Aku tahu kau tak berbeda denganku, aku tahu kau juga memendamnya

Ibu maafkan aku jika mungkin nanti aku membuatmu kecewa dengan jalanku

Tapi aku juga tahu, dalam kecewamu nanti kau melihat kebahagiaan di mataku dan senyuman untukmu”

 

Bagiku kau masih hewan liar tenang saja

Dan aku bangga denganmu

Yang masih mampu berenang dan bernafas walau carut marut sudah mengikis habis air matamu

Teruslah berenang dan bertahan

Kau tahu dan selalu tahu pantai untuk dunia baru ada tak lama lagi

Kau harus selalu yakin bahwa itu ada

Walau kau sudah katakan kau tak akan membicarakannya pada siapapun

Pada satu orangpun, kau masih bisa katakan itu padaku

Aku bukan manusia kan??

Kutunggu kabar bahagia darimu

Kutunggu mentarimu, dan semoga Tuhan melindungi kau selalu

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s