Ibu

BXg5X6iCIAAqxfkIbu, maaf untuk sore ini ataupun sore-sore yang sebelumnya atau bahkan pagi, malam siang senja yang sebelum-sebelumnya. Aku sadar aku selalu membuatmu sakit, atau jengkel atau intinya menyakitimu. Ibu, aku tahu awalnya kau tak inginkan aku untuk berada di sini, dan lebih inginkan aku di bidang yang tak pernah ku lihat atau bahkan kubenci. Atau kubenci karena kau sangat inginkanku di sana? aku tak tahu ibu, aku ingin menangis dalam dekapmu tapi aku malu. Ibu, aku sudah di sini di ambang cita-citaku (dengan ridhomu), di ambang segala sesuatu yang aku inginkan dan aku sadar semua itu dengan doamu. Semua itu dengan doamu hingga aku sampai dan berdiri di sini. Ibu, maafkan aku jika aku selalu tuli dan menjadi tuli saat kau sakit. Terlihat selalu tak peduli dengan sakitmu, bahkan selalu menjadi penyebab dari sakitmu. Ibu, mungkin nuraniku telah hilang atau mungkin tertutup puing-puing kekanak-kanakanku. Maafkan aku jika aku selalu menggunakan akalku untuk segala yang kau bicarakan, dan maaf selalu menganggap rendah dan tak mempercayai kata-katamu. Aku mencintaimu ibu, aku percaya padamu, tapi entah aku tak pernah bisa mengatakannya. Ibu, maaf untuk tak pernah bisa menjadi yang kau banggakan selama ini. Maaf jika aku belum pernah membuktikan bahwa aku bisa, maaf jika aku tak pernah membuatmu tersenyum. Ibu, kau menyesuaikan dirimu untuk inginku mencoba bahagia dengan apa yang aku inginkan. Ibu, tolong maafkan aku. Sungguh aku mencintaimu,  tapi aku tak tahu bagaimana mengucapkannya. Ibu, aku tahu aku masih tetap gadis yang bertipikal buruk, kekanak-kanakan, manja dan egois. Ibu, tapi aku benar-benar ingin tahu bahwa aku kuat, aku bisa menghadapi dunia karena aku punya Tuhan dan punya kau di sisiku ibu. Ibu aku mungkin kini hanya seorang pemimpi, tapi aku selalu bermimpi untuk membuatmu tersenyum. Dalam bayang kekanakanku selalu ada namamu ibu. Ibu, aku yakin dan begitu yakin Allah akan menuntunku menuju cita-citaku, mengajakmu hidup di tanah yang aku inginkan, dengan damai, di rumah atas namaku, dan ibu jangan pernah khawatir dengan lelaki yang akan bersamaku. Dia akan menjadi lelaki kedua yang paling mencintaiku setelah bapak, aku berjanji ibu. Dia akan menjadi imam dunia akhiratku, dia akan mencintaiku dan keluargaku termasuk engkau ibu. Ibu, aku yakin Allah akan mengijinkan kita mencium hajar aswad bersama di tanah suci-Nya. Tapi ibu aku butuh engkau untuk mencapai semua itu, aku butuh doamu yang terus mengalir itu, karena dalam doamu Allah mempercayakan semua itu. Ibu, percayalah semua itu akan terjadi. Ibu, percayalah jika suatu saat aku akan membuatmu tersenyum walau bukan sebagai tenaga kesehatan atau pengajar. Itu Janjiku ibu, Allah selalu bersama kita. Amiiiinn yaa Robbal alamiinn.. :”D

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s