Train – Here We Are (Part 8)

war-zone-2-journalist-cartoonAku kembali pada pekerjaanku. Aku rasanya begitu merindukan semua ini, berkeliling Illinois. Seperti biasa, aku bangun di waktu yang begitu pagi. Pagi musim panas yang hangat, sejuk, dan indah. Aku tersenyum indah, lebih indah daripada mentari. Dan seperti biasanya pula stasiun telah menungguku dalam kesunyiannya. Namun berbeda ketika aku tahu tak seperti biasanya stasiun sunyi dari luar dan begitu ramai di dalamnya. Aku melihat banyak orang-orang baru sepagi ini. Aku menebarkan pandangku, aku tak melihat Evan. Dan, aku menemukannya, dia berdiri di ujung selatan. Sepertinya dia begitu ingin segera masuk kereta, karena terlihat begitu gemar untuk menatap jam tangannya. Dia pun berbeda hari ini, dia tak memakai pakaian formal seperti biasanya. Mungkin dia sedang ada suatu kepentingan tak formal, atau mungkin berkencan? Yaa, aku tak tahu. Benarkah dia berkencan? Wow. Tidak, dia menangkapku lagi ketika aku menatapnya. Dan lagi-lagi dia tersenyum. Dan kembali, itu begitu indah, oh Tuhaan.

*****

            Sudah 2 jam aku berkeliling, namun belum ada yang menarik. Aku melihat beberapa orang duduk di kursi pinggir jalan dengan koran di tangannya. Tiga orang di antara mereka membaca koran yang sama, Washington Post. Sepertinya mereka begitu menikmati koran itu, apakah isi berita di koran itu hingga mereka begitu antusias dan serius. Aku berjalan menuju agen koran di seberang jalan, dan aku membeli sebuah Washington Post. Aku meihat sebuah kursi kosong, pasti menyenangkan bisa duduk dan membaca koran ini di sana. Aku berjalan menuju kursi itu, belum sempat aku duduk. Aku mendengar sebuah keributan di sisi kananku. Oh ya, kecelakaan terjadi. Ya, ini beritaku.

******

            Bukan aku bahagia terhada segala krisis yang terjadi, bukan aku bahagia ketika orang tersakiti, bukan berarti aku tega terhadap segala sakit yang mereka hadapi. Aku hanya mencoba untuk netral dan kebal untuk semua itu. Ketika krisis terjadi aku hanya merasa hidup karena memang itulah yang akan memuaskan idealismeku. Seperti halnya seorang dokter yang begitu antusias untuk sebuah penyakit yang besar dan langka.

Banyak orang menganggap kami adalah pembuat masalah, pembuat onar. Karena dengan adanya kami para pemburu berita, banyak dari mereka akan terjebak dalam hukum, itulah yang mereka pikirkan. Kami adalah seorang yang tak memiliki hati, tak berperikemanusiaan, tanpa rasa takut, tak patuh perintah, dan lain sebagainya. Sebenarnya tidak seperti itu, kami bukan pembuat masalah, kami hanya menyajikan fakta yang kami dapat yang memang ada di lapangan. Fakta yang sebelumnya belum diketahui oleh banyak pihak. Kami masih memiliki hati walau terkadang kami harus meredam rasa tak tega ketika melihat peristiwa mengenaskan di depan kami. Rasa takut bukan untuk menghalangi naiknya fakta yang kami dapat. Namun kami memang masih manusia, ada kalanya kami merasa ingin dihargai. Pulitzer misalnya kami harus mau dicap sebagai tak punya hati, tak berperikemanusiaan, dan hampir mati untuk itu. Meski itu hanya salah satu akibat buruknya.

Tapi kami tetaplah kami, satu sisi ada pihak yang merasa kami rugikan. Tapi juga tak sedikit yang merasa sangat beruntuk dengan adanya kami. Ada yang mendapat keadilannya setelah kami ada. Dan ketika kami mulai terpuruk dengan hujatan, kami selalu tersenyum dengan pihak tertindas yang memperoleh sedikit keadilannya itu.

*****

            Sudah seminggu ini aku membaca WP, aku suka bagaimana mereka menulis berita. Aku ingin sekali beritaku ada di surat kabar itu. Aku akan mencoba mengirimkannya, tapi entah kapan. Oh ya, mungkin akan lebih baik jika aku berlangganan surat kabar ini, aku menyukainya. Pagi ini aku berencana untuk pergi ke agen koran itu sebelum aku berkeliling.

 

To be continue..

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s