Train – “Biarkan aku melakukannya dengan caraku!!” (Part 21)

Length-unknownAku masih mencoba mencerna apa yang aku lihat pagi tadi. Apakah Evan sudah menikah? Apakah cincin itu benar-benar cincin pernikahannya? Lalu apa yang dia lakukan padaku selama ini? Apa maksudnya? Tuhaan di sinilah kenapa aku benar-benar takut untuk mencintai seseorang.

*****

            Aku berjalan menuju stasiun dengan perasaan raguku, aku memutuskan untuk menjauhi Evan. Karena yang kutahu memang tak ada cincin lain yang biasa dipakai di jari itu kecuali cincin pernikahan. Dan itu merupakan persepsi umum orang-orang selama ini. Lalu kalau itu bukan cincin pernikahan kenapa dia memakai di jari manisnya?apakah dia ingin memberitahuku?? Ya  dia mencoba memberitahuku untuk itu, dia mencoba memberitahuku untuk menjauhi dan hanya menganggap teman seorang lelaki yang kucintai yang ternyata telah menikah. Aku mendengarmu Evan, aku mendengarmu dan aku akan melakukannya untukmu meski mungkin aku harus terjatuh dengan begitu keras. Aku mencoba tersenyum ketika sampai di pintu stasiun.

Namun saat kereta tiba aku cepat-cepat mengambil posisi duduk, aku tak ingin berdiri dekat dengan Evan. Aku mengambil tabletku dan mulai melakukan kesibukan yang sebenarnya tak perlu. Sudah kuduga Evan tak dapatkan tempat duduk, karena dia tak pernah tergesa masuk ke dalam kereta. Aku mencoba tak menatapnya, namun aku tahu dia menatapku dari tempatnya berdiri. Dia mencoba berjalan ke arahku, dan dia ragu-ragu untuk melihatku. Aku pun tak menatapnya sedikitpun, pura-pura tak tahu akan kehadirannya. Kurang lebih satu menit sebelum kereta terhenti, dia terlihat ragu-ragu atau mungkin takut dan menatapku dengan menjongkokkan tubuhnya. Aku menatapnya sesaat lalu kembali sibuk dengan tabletku. Dia seperti berpikir keras, dia mencoba mengenggam tanganku. Lalu kereta terhenti, aku tersenyum padanya, mengambil tanganku dan pergi keluar.

*****

            Berita hari ini begitu hancur, atau mood ku yang sedang hancur?? Ah entahlah. Aku berjalan menuju restoran cepat saji untuk membeli makan siangku. Dan aku melihat Evan di seberang jalan, dia sedang berdebat dengan seorang wanita. Apakah itu istrinya? Mereka terlihat sedang bertengkar. Evan melepaskan cincinnya dan menyerahkannya pada wanita itu. Apakah aku menghancurkan rumah tangga mereka? oh Tuhan apa yang telah kuperbuat??

“Akan kulakukan dengan caraku!”  Evan mengakhiri pembicaraannya dan pergi meninggalkan wanita itu.

Tuhaan apa yang harus kulakukan?? Aku benar-benar hancur, aku tak tahu harus berbuat apa. Mungkinkah aku harus menghilang?? Ataukah aku harus menjelaskan segalanya kepada wanita itu bahwa aku bukan siapa-siapa Evan.

To be continue..

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s