SMS (Dedicated for Mother’s Day)

IbuNgerjain tugas di kampus jam 09.00 WIB, berangkat dari rumah pukul 08.00 WIB. Sesampai di kampus ada sms :

Ibu : “Sudah nyampe?”

Anak : “Sudah bu.”

Ibu :”Yasudah, hati-hati ya.”

Anak : “Ok”

 

Pukul 11.00 WIB.

Ibu : “Belum selesai ngerjain tugasnya?”

Anak : “Belum.”

Ibu : “Jangan lupa makan siang ya.”

Anak : “Ok”

Ibu : “Jangan lupa sholat juga.”

Anak : “Iya bu”

Pukul 14.00 WIB

Ibu : “Belum selesai tugasnya nak?”

Anak : “Belum bu.”

Ibu : “Jangan forsir tenagamu ya, nanti sakit.”

Anak : “Ok”

Ibu : “Nanti jangan lupa minum vitamin ya.”

Anak : “Ok”

 

Pukul 17.00 WIB

Ibu : “Belum selesai nduk ?”

Anak : “Belum bu.”

Ibu : “Sudah sholat Ashar?”

Anak : “Sudah”

 

Pukul 18.00 WIB

Ibu : “Belum selesai tugasnya nak?”

Anak : “Belum bu.”

Ibu : “Tidak bisa dikerjakan besok ta?”

Anak : “Tidak bisa bu.”

Ibu : “Kamu gak papa nak? Sehat?”

Anak : “Sehat.”

 

Pukul 20.00 WIB

Ibu : “Belum selesai juga nak?”

Anak : “Belum bu”

Ibu : “Dikerjain di rumah gak bisa ta nduk? Sudah malam.”

Anak : “Bu, Anak bingung kalau ibu sms kayak gini terus. Anak bisa cepet selesai kalau ibu gak bingung kayak gini.”

Ibu : “Maaf ya nduk, ibu takut kamu kenapa-napa.”

Anak : “Ok.”

 

Pukul 20.30 WIB

Ibu : “Ibu jemput ya nak?”

Anak : … (tidak membalas)

 

Pukul 20.40 WIB

Ibu : “Ibu khawatir nak, kamu dimana?”

Anak : “Aku sudah di rumah bu, ibu dimana?”

Ibu : “Alhamdulillah, ini ibu di kampusmu. Ya sudah, ibu pulang dulu ya.”

Anak : “Ok.”

 

Apakah itu yang selama ini kita lakukan pada ibu? Membalas semua kasih sayangnya, kekhawatirannya dengan jawaban-jawaban singkat yang bahkan tak kan pernah kita tuliskan untuk kekasih kita. Apakah kita lebih menghargai orang baru yang belum tentu mau mengorbankan nyawanya untuk kita? Kita selalu bisa membalas SMS kekasih kita dengan panjang lebar, bahkan tak kan pernah tega membiarkan dia kecewa karena SMS kita. Tapi apakah saat kita menjadi buruk, menjadi bukan apa yang kekasih kita inginkan dia tetap mau menganggap kita sebagai kekasihnya? Apakah dia tak kan marah, ketika dia sudah menjemput kita dari rumah yang jaraknya cukup jauh lalu kita memberi kabar bahwa kita sudah pulang?

Lihatlah ibu, ibu memiliki segala kasih yang tak kan pernah dimiliki oleh kekasih kita. Bahkan ketika kita sakit, ibu akan selalu ada untuk kita. Saat kita menjadi buruk dan mengecewakan, ibu akan tetap menjadi ibu kita. Ibu tak kan pernah meminta kita untuk menjadikannya sebagai mantan ibu untuk kita. Bahkan ibu rela menangis setiap detik, setiap malam, setiap waktu untuk kita. Ibu mau mengorbankan segala yang kita punya agar kita bisa bersekolah. Ibu rela menahan lapar dan sakit di perutnya hanya untuk kita makan jatah nasi di piringnya.

Wahai kaum muda, datimana awal kalian memiliki nyawa. Dari rahim seorang ibulah kalian nantinya mengenal dunia. Karena ibulah, kalian bisa hidup di sini, tahu dunia, tahu sekolah, kuliah, ilmu, bahkan kekasihmu. Ingat, kalau ibumu tak menginginkanmu ada dan dulu sudah mengaborsi atau menguburmu hidup-hidup kalian tak kan pernah ada di sini SEKARANG. Tapi ibumu,nyatanya hingga kini masih menyayangimu, masih selalu mengirimkan pesan-pesan singkat untuk menjagamu, pesan-pesan singkat yang menyiratkan kasih sayang di dalamnya.

Mari kita hormati ibu, mulai dari sekarang, detik ini juga. Jangan membencinya karena pesan-pesan singkat yang kalian anggap cerewet. Jangan menghinanya karena kalian menganggapanya lebih tidak tahu akan suatu hal, jangan menutup telinga kalian hanya karena kalian anggap cerita itu tak ilmiah ketika ibu bercerita, dan cobalah untuk tak membentaknya.

Jangan pernah tidak menghormatinya karena pekerjaannya. Ibu bekerja untuk kita, anaknya, apapun pekerjaannya, direktur, pengusaha, sopir, guru, dokter, pemulung, bahkan (maaf) seorang pekerja seks. Hormatilah dia sebagai ibumu, ingat bahwa karena jasanyalah kalian bisa berada di sini. Ingat, bahwa ibu mengorbankan segalanya demi kalian.

Peluklah ibumu saat bersedih, dengarkan saat ibu bercerita, tanyakan kabarnya ketika kalian jauh, tersenyumlah setiap saat untuknya, dan kunjungilah makamnya jika kalian memang kalian tak bisa melakukan yang sebelumnya kutuliskan. Jangan biarkan kalian menyesal jika nanti kalian hanya bisa mengunjungi makamnya, memeluk nisannya, tersenyum dalam tangisan ketika menatap kuburnya, dan mendengar keheningan makam yang tak satupun menandakan suara ibumu.

Selamat hari ibu, untuk semua ibu di dunia ini. Kalian adalah wanita-wanita terhebat yang pernah ada di dunia ini. Kalian adalah pahlawan untuk setiap buah hati kalian, dan terima kasih untuk kasih sayang yang tak pernah putus dan tak kan pernah putus untuk kami anak-nakmu. Maafkan kami, anak-anakmu yang selalu menatapmu dengan tatapan negatif kami. Maafkan kami yang tak pernah memahami kasih sayang kalian. Kami mencintaimu ibu, kami sangat mencintaimu. Berilah kami waktu untuk membuatmu tersenyum nanti, kami berjanji akan melakukannya. Kami akan melakukannya ibu. I love you.

 

Selamat hari ibu ❤

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s