Pulang

 

go-home

Aku susuri koridor-koridor ramai, penuh siswa dengan beragam kegiatan yang mereka lakukan. Aku menyapa sebagian dari mereka yang aku kenal, dan memberikan senyumanku kepada mereka yang menatapku dan aku tak mengenalnya.

            “Hmmmm…. Sombong deh, gak nyapa.”

            Aku berbalik dan menatapnya, “He.He. Sorry gak kelihatan.”

Ku sunggingkan senyumku padanya. Menyadari bahwa aku telah melewatkannya. Melewatkan satu temanku ini untuk kusapa. Dia balas dengan senyum lugunya, dan aku pamit untuk meninggalkannya. Kesenangan dalam hatiku seakan berbuncah menyadari bahwa aku sedikit lebih dekat dengannya. Kedekatan ini kurasakan sejak aku  duduk di belakang sosok itu, tepat seminggu yang lalu. Dia yang tak tahu mengapa masuk ke dalam hatiku, dan yang membuatku sedikit demi sedikit melupakan kenangan masa laluku yang bisa dikatakan “Sangat Buruk!!!”

Namanya selalu menggema dalam ruang batinku. Ivan, Mochamad Rama Irvandi, sosok lugu itu selalu ada, ada, dan ada saat aku inginkan sejenak sendirikan batinku. Dia yang terkadang perhatian membuatku sangat bahagia merasakannya, walau aku tak tahu apakah itu perhatian sesungguhnya atau hanya aku yang keGRan. Namun, kekonyolannyalah dan wajahnya yang menurut dia sendiri sebagai “Produk Gagal” yang membuatku tak mampu berpaling dari rasa itu, walau aku tahu dia tak kan mungkin membalasnya. Karena sepengetahuanku, dia sedang mengagumi seorang gadis, yang menurutku cantik.

banget meskipun dalam berita yang terdengar dia suka permainkan laki-laki. Biarlah, aku hanya berharap semoga aku sukses di ujianku dan maju satu tingkat lebih tinggi juga kembali satu kelas dengan Ivan. Amiiin…

Setelah pikiran Ivan aku redam, aku mencoba mengingat tentang pelajaran yang akan ku hadapi besok. Biologi, aku melupakan makalahku yang harus aku kumpulkan besok. Aku mengangkat tema tentang pencemaran lingkungan, dengan judul “Gas CO Sahabat Pencabut Nyawa.” Aku jadi teringat dengan pelajaran biologi tentang ekosistem dan pencemarannya, dan yang paling aku sukai adalah jika sudah membahas tentang pencemaran udara beserta gas-gas polutannya. Dan yang paling mencolok dan berlimpah adalah CO, yang bersifat lebih kuat mengikat hemoglobin daripada oksigen jika telah masuk ke dalam tubuh. Sehingga mengakibatkan konsumsi oksigen untuk otak menurun dan otak tak bisa menjalankan fungsinya dengan baik, dan yang lebih parah akan menimbulkan kematian.

Aku tersadar bahwa tujuanku telah ada di depan mata, parkiran. Ku lihat sepeda biru di pojok lapangan itu, dan aku menghampirinya. Aku kayuh sepeda itu, sahabat setiaku yang selalu menemaniku. Hari ini terasa begitu panas, lengkap sudah dengan asap knalpot yang mengepul di depanku. Aku begitu menyesal pulang lebih cepat dari biasanya, karena harus menghadapi kemacetan di depanku. Aku tak kuat ingin kembali ke sekolah dan menghindari kemacetan ini hingga sedikit lebih sepi. Asap knalpot mobil tua di depanku memproduksi gas yang kurasa sangat menjijikkan, dengan warna hitam dan bau yang menyengat. Rasanya ingin aku tak bernafas, namun paru-paruku serasa terbakar saat aku mencoba tak bernafas selama 20 detik saja, terpaksa aku mencari udara yang sedikit bagus untuk bernafas. Walau sebenarnya aku masih merasakan gas busuk itu.

Setengah jam kemudian, kemacetan mereda. Rasanya aku tak mampu rasakan nafas yang dalam. Aku terus kayuh sepedaku perlahan, waspada akan kecelakaan yang mungkin terjadi dan membuat jiwaku melayang. Untuk menghindari kemacetan yang ternyata masih panjang, terpaksa aku menempuh jalan yang lebih panjang dan berliku.

Satu jam kemudian aku sampai di rumah, aku rasa begitu berat untuk mengangkat kepalaku sendiri. Dan tetap, aku masih tak mampu rasakan nafas dalam. Aku tak pedulikannya, aku beranjak bersihkan diriku lalu sholat, makan dan mengerjakan makalahku. Sebenarnya aku enggan mengerjakannya karena kurasa kepalaku semakin berat. Namun, aku tak mau nilaiku hancur karena aku tak mengerjakannya, dan karena kuhabiskan waktuku untuk tidur atau meringankan kepalaku.

Aku cetak makalahku, setelah kurasa lengkap. Aku bawa makalahku dengan satu tanganku menuju kamar. Ku letakkan makalah itu di samping tempat tidur, dan membaca sampulnya sekilas menggumam memaki gas berbahaya itu. Aku semakin rasakan bahwa kepalaku seperti balok besi 100 kwintal. Aku merebahkan diri untuk tidur, dan aku rasakan sedikit bebanku terobati.

Dalam tidurku, aku bermimpi berada di sebuah ladang yang begitu luas dan hijau. Di pinggir ladang itu terdapat sungai jernih dan aku menghampirinya. Sungai itu benar-benar jernih, sampai aku dapat melihat dengan jelas bayanganku, dan Ivan yang tiba-tiba menghampiriku dari belakang. Aku menyapanya, namun dia hanya diam dan mendekatiku. Lantas dia mengeluarkan sebilah pisau, aku tak mengerti apa yang akan dia lakukan dengan pisau itu. Dia semakin mendekatiku, dan kurasakan sakit di leherku, semakin sakit ketika aku menyadarai bahwa Ivan yang menusukkan pisau itu.

Aku rasa aku terbangun dari tidur karena mimpi burukku itu, aku berjalan menuju ruang tamu dan kulihat ibu, ayah, adikku, dan seorang tua yang terlihat cerdas tapi aku tak tahu siapa dia sedang mengerumuni sesuatu. Segera aku menghampirinya. Aku tertegun, shock!! Melihat sosok yang mereka kerumuni.

“Anakku….” Ibuku berkata sambil menangis.

“Lalu aku siapa??”

Ku dengarakan sosok cerdas itu berbicara, kata-katanya lembut dan terdengar arif.

“Maaf, dia telah tiada, konsumsi oksigen pada otaknya tak mencukupi untuk seluruh tubuhnya. Dia terlalu banyak menghirup gas berbahaya. Permisi.”

            Ini tak mungkin terjadi. Belum juga aku menerima semua ini, kudengarkan jeritan ibuku. Memanggil namaku.

            “Tiddddaaaaaakkkkk….. Tuhan telah memanggilku pulang.”

~~~~~~~~The End~~~~~~~~~

 

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

2 thoughts on “Pulang”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s