Menurutmu Keren?

20120805_Kepadatan_Kendaraan_Jelang_Lebaran_4969

Saya kira saya sudah mempublish tulisanyang satu ini ternyata belum, ini sedikit selentikan saja sih dari hari Sabtu tanggal 20 September 2014, selamat membaca 🙂

Baru sampai di kos dengan mata berasa penuh debu yang berefek ‘kiyip-kiyip.’ Terbesit sebuah pemikiran karena jengkel melihat kelakuan ‘jalan.’ Mungkin akan menarik jika jaket, atau tas ransel atau mungkin ada papan tambahan yang kita pakai saat berkendara bisa menuliskan tulisan-tulisan berikut:

“Menurutmu keren motor ganok spion e? Terus amu gak iso ngawasi keadaan ndek mburimu? Masio motormu ganok spione gak berarti masa lalumu iso ilang dewe-dewe? Mantanmu gak iso tiba-tiba gak dilahirno!”

“Menurutmu keren knalpot dikakean polahi sampek nggarai tonggomu ra iso turu pas amu liwat? Menurutmu suarane merdu? Awakmu ae guduk penyanyi, knalpotmu maneh!”

“Menurutmu keren sepeda motoran gak gawe helm? Wes iso menaklukkan mati tah?”

“Menurutmu keren pas lampu merah nyludur ae? Iku lampu, guduk duwek satus ewu!”

“Menurutmu keren mbleyer-mbleyer seng gak jelas? Iku dalan guduk omahe mertuomu!”

“Menurutmu keren sepeda motormu kok obrak-abrik terus ganok lampune pas bengi? Sepeda motor yo sepeda motor, bedakno karo warung remang-remang kebanggaanmu.”

“Menurutmu keren mbuak sampah sembarangan teko jendelo mobil utowo teko motormu? Ojo semugih kowe, iki guduk dalan seng wes kok tuku wongi!”
Kalimat-kalimat tersebut sudah lama berada di pikiran saya, bahkan hampir setiap hari. Heran kenapa mereka tak mau memaki helm saat berkendara padahal juga untuk keselamatannya sendiri. Sombong sekali menantang Tuhan dengan meremehkan kematian-Nya seperti itu?

Hal lain yang sangat mengganggu adalah ketika banyak pengendara seenaknya saja ‘memodifikasi’ motornya menjadi tanpa spion, tanpa lampu, dan tanpa knalpot yang standar. Motor tanpa lampu saat siang hari tak akan terlalu mengganggu menurut saya kecuali saat kabut atau hujan deras (saya juga tak begitu setuju dengan kebijakan mengenai penyalaan lampu motor siang hari, wasting! Pernah baca juga katanya kebijakan ini meniru negara yang memang sangat jarang dihinggapi oleh matahari. Tapi Indonesia? Mungkin akan menjadi lokasi berikutnya untuk decepticon memanen matahari), tapi saat malam hari? Tanpa lampu? Ya kalau semua orang bisa melihat seperti Riddick (penglihatannya lebih baik saat gelap), it’s okay kalau itu hanya membahayakan jiwa orang yang bersangkutan tapi sayangnya hal itu juga mengancam jiwa orang-orang yang bahkan sudah ‘lengkap’ atau patuh saat berkendara.

Absennya spion juga merupakan hal yang sangat fatal seperti absennya lampu motor, saya bisa mengatakan hal ini karena saya pernah melihatnya sendiri tepat di depan saya. Seorang bapak-bapak yang mengendarai motor dengan santai (saat itu macet) hampir saja menabrak sepasang pemuda pemudi yang naik motor di depannya karena motor sepasang sejoli tersebut (asik pacaran di atas motor) tak memiliki spion dan dengan seenaknya belok tanpa menghidupkan lampu kanan kiri pula.

Kelalaian saat hendak belok tanpa menyalakan lampu kanan kiri tersebut juga sangat berbahaya, berpotensi menyebabkan tabrakan beruntun.

Lalu knalpot! Pernah waktu itu adik saya sedang sakit, tubuhnya panas sekali dan sulit tidur. Saya sangat bersyukur ketika dia sudah bisa tertidur setelah kurang lebih satu jam setengah lamanya berusaha untuk menidurkannya. Beberapa saat setelah adik saya baru tidur entah setan darimana memainkan kenalpotnya dengan sok merdu! Berkendara dengan kecepatan tinggi bolak-balik di jalan kampung, di jalan kampung lho saya tekankan. Bagaimana bisa ada orang yang disrespectfull seperti itu, alhasil adik saya jadi terbangun lagi dan tak bisa beristirahat! Setelah kejadian tsb banyak sekali yang merasa terganggu dengan tingkah orang tsb ternyata, sehingga banyak yang memprotes kelakuan tak bermoralnya itu. Dan parahnya, walau sudah diperingatkan oleh perangkat desa dia tak mau berhenti. Yah memang, kalau orang sudah tak punya otak dan hati.

Hal yang sangat mengecewakan lainnya adalah ketika ada orang membuang sampah sembarangan saat dia berkendara. Hello??? Anda sudah menjadikan rumah anda, sungai anda, kebun anda sebagai tempat sampah. Masih kurang saja? Dan mau menjadikan jalanan sebagai tempat sampah? Mungkin otak anda juga sudah anda jadikan tempat sampah.

Semoga tulisan ini menjadikan bahan pemikiran. Terima kasih.

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s