Spoiler Inheritance Cycle

inheritance_4bks_PBHai lagi, seperti yang saya janjikan pada tulisan saya sebelumnya (Petualangan bersama Inheritance Cycle) saya akan menuliskan mengenai spoiler dari setiap siklus pada Inheritance Cycle. 😀 Yah IT IS SO CRUEL! Yes! Hahahaha. Tetapi saya harus menuliskannya demi pembaca-pembaca yang kurang paham dengan Inheritance Cycle, tak ada waktu untuk membaca keseluruhan Inheritance Cycle, dan untuk membuat pembaca blog saya yang sekaligus pembaca Inheritance Cycle bilang “Oh iya ya.” Atau “Aku sudah tahu nih, kamu kurang kreatif wahai penulis blog ini!” (L T.T). hihihihi. Dan satu alasan terpenting kenapa saya nulis ini “Karena saya ingin.” Hehehehe.

Yah, saya menulis paragraf pembuka seakan-akan banyak yang mau baca blog saya. Hehehe, semoga suatu saat. Amiiinnn.. 😀 Terima kasih kepada yang selama ini membaca blog dengan tulisan-tulisan aneh dan sederhana ini. Kalian luar biasa.

Oke, fokus kembali kepada spoiler Inheritance Cycle. Bagi para pembaca yang belum menyelesaikan siklus ini dan ingin mengetahui detail-detail dari perjalanan Eragon, Saphira, dkk saya mohon dengan sangat jangan teruskan membaca tulisan ini. Karena akan menjadi sangat menyakitkan ketika anda tahu ending atau inti dari novel tersebut ketika anda belum selesai membacanya. Tapi juga ingat saya pikir ini akan menjadi sangat menarik. Wow! Hahahah. Saya juga tak akan menjadi terlalu jahat dengan mengungkap semua rahasia detail novel, saya akan membahas sedikit mengenai cover atau inti-inti setiap siklus saja. Jadi mungkin you can say “It’s okay to read it.” Tapi juga berhubungan dengan ending setiap novel sih. Hehehehe.

Eragon_book_coverBerawal pada buku pertama “Eragon” dengan cover berwarna biru dengan sosok naga biru yang cantik pada tampilannya. Naga bermata biru nan cantik tersebut adalah representasi dari naga Eragon, Saphira. Pada novel ini merupakan novel perkenalan dari petualangan Inheritance Cycle, oleh karena itu diberikan judul “Eragon” sesuai dengan tokoh utama Inheritance Cycle. Cover yang menggambarkan Saphira tersebut juga bertujuan untuk memperkenalkan Saphira sebagai naga yang mendampingi Eragon dalam setiap petualangannya. Cover tersebut juga memberikan gambaran kepada para pembaca bagaimana sosok Saphira.

Pada novel siklus pertama ini dituliskan petualangan Eragon mulai dari menjadi pemuda biasa dari lembah Palancar, perubahan hidupnya setelah menemukan telur Saphira, harus bersahabat dengan Brom yang mana menurut Eragon dulu adalah seorang pencerita desa semata padahal dia adalah seorang penunggang naga, mengalamai pengejaran yang berkelanjutan oleh para Ra’zac dan Urgal dari Palancar ke Gil’ead, Teirm, hingga Farthen Dur.

Pada novel ini yang sangat mengguncang saya adalah ketika Brom terbunuh. Saya langsung nangis, entah kenapa bahkan sebelum saya mengetahui siapa Brom itu ‘sebenarnya’ saya merasa sangat terpukul dengan kepergiannya. Dan begitu ingin menyaksikan makam berliannya yang dibangun oleh Saphira.

Pada intinya siklus pertama ini memperkenalkan dan merupakan awal dari petualangan Eragon yang panjang. Pada novel ini juga tak terlalu diceritakan mengenai Roran (Sepupu Eragon) yang nantinya akan memiliki peran yang sangat besar pada buku-buku selanjutnya.

Eldest_book_coverBeralih pada siklus kedua “Eldest” terlihat dari judulnya yang dalam bahasa Indonesia berarti “Yang Pertama” novel ini menceritakan mengenai seorang anak pertama. Siapakah dia? Hayooo yang belum selesai baca Eldest jangan lanjut baca ya. Mungkin jauh dari ekspektasi, Eragon bukanlah seorang anak pertama dari orang tuanya. Dia memiliki seorang kakak, siapakah dia? MURTAGH! What? Him? Really? Dia kan sudah meninggal atau setidaknya hilang pada siklus pertama. Ya, dia hilang diculik urgal pada siklus pertama, dan dibawa menuju Uru’baen ke Galbatorix. Dan kenyataan ini dibuka pada bagian akhir novel. Murtagh adalah anak Selena (ibu Eragon) dengan Morzan (kaum terkutuk), oh my God berarti Eragon??? Ya, dia saudara Murtagh.

Sekarang berlanjut pada cover Eldest, yang berdasar merah dengan sosok naga merah dengan mata kuning penuh kemarahan. Siapakah dia? Dulu saya kira itu hanya masalah perubahan warna, dan saya kira itu tetep Saphira yang eksis. Tetapi saya salah besar, naga itu adalah Thorn. Siapa lagi Thorn? Lagi-lagi siapa Thorn terletak di akhir dari siklus ini. Thorn adalah naga milik Murtagh yang telah bersumpah setia (dipaksa bersumpah setia) kepada Galbatorix.

Kenyataan dari Eldest ini sangat membuat saya shock! Sama seperti Eragon tahu mengenai kenyataan bahwa Murtagh adalah abangnya. Selain itu, dalam siklus ini saya juga telah berpetualang bersama Roran yang menjadi semakin kuat dan dihormati serta memiliki banyak followers. Bagaimana tidak? Dia berhasil menggerakkan seluruh lembah Palancar untuk mengungsi ke Sudra di tengah serangan para prajurit kekaisaran dan serangan Ra’zac, selain itu Roran menjadi pemuda yang sangat tangguh dengan senjata palu sehingga dia memiliki sebutan “Stronghammer.”

Selain itu pada buku ini juga dijelaskan mengenai pelatihan Eragon bersama Oromis (Elf Penunggang) dan Glaedr (Naga Emas dengan kaki yang patah). Dalam pelatihan ini juga diketahui mengapa Elf tidak makan daging karena mereka bisa mengetahui benak setiap makhluk hidup termasuk ketika setiap makhluk hidup itu meregang nyawa. Dan setelah pelatihan yang berat namun dalam waktu yang singkat tersebut Eragon mengikuti acara Agaeti Boldhren dan luka pada punggung Eragon yang selama ini menganggunya hilang, dia juga memiliki rupa dan kekuatan mirip dengan Elf. Selain itu pada perayaan Agaethi Boldhren Eragon dalam benaknya melihat dihampiri oleh naga-naga tua yang nantinya akan berhubungan dengan petualangan pada buku terakhir.

Brisingr_book_coverBerlanjut pada buku ketiga “Brisingr.” Kenapa diberi judul Brisingr? Tahu sendiri kan Brisingr merupakan kata dari bahasa kuno yang berarti “Api.” Sesuai dengan judulnya pada buku ketiga ini ada satu bab yang sangat indah dan detail mengenai Brisingr, pedang Eragon. Karena Zar’roc diambil sama si abang Murtagh saat pertempuran di dataran membara. Pembuatan pedang ini diawali dengan penindaklanjutan firasat dari Solembum mengenai hal-hal di bawah pohon Menoa. Dan benar saja, Eragon menemukan Brightsteel di bawah pohon menoa sebagai bahan dasar untuk pedangnya. Dan pedang ini sangat sesuai dengan namanya, karena setiap kali Eragon menyebut namanya “Brisingr” maka api berwarna biru akan muncul dari pedangnya.

Selain itu pada buku ketiga ini juga menceritakan mengenai pertempuran-pertempuran Eragon bersama Roran untuk menghadapi kekaisaran. Roran bersama dengan penduduk lembah Palancar tiba di dataran membara setelah mengalami perjalanan yang sangat jauh dan berliku. Pada buku ini juga diceritakan mengenai pembebasan Katrina dari Helgrind bersama dengan ‘kutukan’ yang diberikan Eragon untuk Sloan. Dan di Helgrind ini bersama Roran membunuh kedua Ra’zac.

Cover Brisingr (dari ke empat buku, ini yang paling saya suka) berdasar warna hitam dengan sosok naga emas di atasnya. Naga tersebut adalah Glaedr, naga emas yng berpasangan dengan penunggang Oromis. Pada buku ini, Glaedr harus mengalami kematian saat berhadapan dengan Thorn yang saat itu dikendalikan oleh Galbatorix pada pertempuran Elf dengan kekaisaran memperebutkan Gil’ead. Dan sebelumnya Glaedr telah memberikan jantung dari jantungnya (Eldunari) kepada Eragon dan Saphira.

Salah satu hal penting dari buku ketiga ini adalah terungkapnya sebuah kenyataan bahwa Eragon bukanlah saudara kandung Murtagh. WHAT? Apalagi? Memang Christoper Paolini pandai membuat kita bertaut dengan bukunya lebih lama. Eragon adalah anak Selena dengan…… BROM! What? Brom? Ya, saat itu terjadi ketika Brom melakukan penyamaran sebagai seorang pelayan di Uru’baen. Dari situlah dia bertemu dengan Selena yang saat itu sudah sedikit lelah dengan Morzan, karena Selena dianggap sebagai follower belaka menurut Morzan. Detailnya? Baca sendiri. Hahaha. Kenyataan ini membuat Eragon lega, begitupun saya. Hehe.

414px-Inheritance2011Sampailah kita pada buku terakhir, “Inheritance”. Pada buku ini berisikan petualangan habis-habisan antara Eragon melawan kekaisaran. Dan yang terpenting Eragon dan Saphira menemukan kebenaran dari pernyataan Solembum yang dinyatakannya pada buku pertama mengenai ruang jiwa-jiwa. Eragon pergi ke Vroengard untuk menemukan ruang jiwa-jiwa. Untuk menemukan ruang jiwa-jiwa ini Eragon dan Saphira harus menemukan nama sejati mereka. Setelah menemukan dan mampu membukanya mereka berdua mendapatkan surprise yang sangat menenangkan. Apa itu! Banyak sekali eldunari di ruang tersebut yang bersedia bertarung bersama Eragon! Yes! Dan satu lagi yang terpenting Telur naga! Banyak sekali telur naga di sana. Hal tersebut menumbuhkan harapan bagi para naga untuk tidak punah. Tempat tersebut dilindungi dengan mantra yang sangat kuat sehingga siapapun yang berhasil masuk ke tuang jiwa-jiwa itu maka dia akan melupakan keberadaan telur-telur tersebut dan akan mengingatnya kembali ketika kekaisaran telah runtuh dan Galbatorix mati.

Dan lah karena ini adalah buku akhir maka ada akhir bagi ceritanya. Ya, bagaimana dengan Galbatorix dan Eragon? Siapakah yang menang. Islanzadi gugur pada pertempuran di Uru’baen ini. Dan kembali siapa yang menang antara Eragon dan Galbatorix? Eragon dong! Bagaimana caranya? Yah, itu saya sisakan untuk kelegaan anda membaca novel yang keren ini. pokoknya Eragon menang. Dan Eragon bersama kawan-kawan berhasil mengamankan telur-telur naga yang berada di kekaisaran.

Dan kabar gembiranya bagi kita semua salah satu dari telur itu menetas. Yay! Di tangan siapa? Di tangan Arya. Dan naga ini yang tampil pada cover Inheritance. Firnen, naga berwarna hijau dari telur hijau yang dibawa oleh Arya dari Uru’baen menuju Ellesmera.

Pada akhir buku ini dikatakan bahwa Arya memiliki perasaan yang ‘lebih’ kepada Eragon dengan menyatakan nama sejatinya kepada Eragon. Tetapi gak ada hal-hal so sweet layaknya drama Korea atau sinetron Indonesia. Mereka harus segera berpisah karena Eragon harus mengasingkan diri bersama dengan telur-telur naga, mencari lokasi yang tepat yang jauh dari peradaban untuk melatih calon-calon penunggang dengan naganya. Bahkan tak ada pernikahan! Selain itu Saphira akhirnya menemukan naga jantan (ya Firnen itu) dan mereka melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan (Apa? Ya rahasia) hehe. Dan buku berakhir ketika Eragon sampai di lokasi baru kehidupan mereka. Oiya soal Murtagh? Yah, dia membela Varden pada akhir pertempuran dengan Galbatorix. Ini karena rasa cintanya kepada Nasuada. (What? Penasaran? Baca dong!) bahkan Thorn bersama Saphira dan Arya berhasil membunuh Shruikan sang naga hitam milik Galbatorix. Pada akhirnya Murtagh memilih untuk mengasingkan diri dan tinggal di Utara.

Spoiler telah berakhir, bagaimana? Tercerahkan? Sebel? Pengen ngrawuk orang? Pengen baca bukunya? Atau tak satupun dari option yang saya berikan? Heheh. Satu kalimat saja untuk mengakhiri spoiler ini “Anda-anda semua tak akan menyesal membaca buku-buku ini!” Dan benarkan kesalahan saya pada tulisan ini jika ada yang salah. Maafkan.. hehe

Saya dapat kabar Christoper Paolini pada sambutannya di buku terakhir ini akan menulis buku lagi. Tapi kapan? Dia menulis kata-kata itu pada tahun 2011 dan sekarang 2014. Aku menunggumu bang Christoper Paolini. Hehehe.

Bye Guys, see you pada tulisan saya selanjutnya. 😀

 

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

9 thoughts on “Spoiler Inheritance Cycle”

  1. Yap,
    Nadh gelem a almanak e.. lagi ngurangi barang2 tak terpakai, ape tak jual online yo males,tak wehno konco”ku gaonok sng gelem, dibuak mubadzir.
    lak gelem iki almanak eragon + komik akeh tampung en.
    Berhubung ayas fans e fanficmu gwe umak free wes bayar ongkir teko serang timur ae.
    Piyehow ?

    1. aku guduk penikmat komik, aku yo gak iso moco komik. hoho. aku sungkan ambek amu, oke. Jadi sorry, kamu jangan terlalu baik pada saya. Saran :
      -akan lebih baik lek amu simpan bukumu, soale pasti suatu saat kamu membutuhkannya.
      -kalau kamu sendiri gak membutuhkannya gak ada ruginya lek pas temen kamu datang ke kamu dan terhibur dg membaca buku itu di rumahmu.
      -save for your child
      -lek amu wes bener2 ngeroso gak kanggo, lebih baik amu sumbangne nang perpustakaan.
      🙂

  2. Wuw, jangan pernah menolak pemberian.
    I’m just want to give.
    Ceritanya akan beda lak tak berikan ke kamu suatu hari nanti,Seenggaknya bukunya disimpen penulis novel train (lek terbit) haha..
    Tp ya wis lah, paling akan berakhir seperti barang2 koleksi saya yg lain (hilang/rusak dgn sendirinya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s