Oh Tintenwelt (Inkworld)

Inkheart_original_book_coversYeah! Petualangan saya di Tintenwelt telah usai, jika bisa saya katakan dengan satu kata petualangan saya dalam trilogy ini “Super!” lagi-lagi dimulai ketika saya berada pada bangku SMA, dan baru bisa berlanjut pada semester 5 akhir. Haha, lagi-lagi karena saya tak bisa menemukan kelanjutan Inkheart (Tintenherz) di berbagai perpustakaan yang saya kunjungi. Tetapi setelah menemukan online shop yang menjual kelanjutan novel tersebut (Karena di toko di Malang termasuk Gramedia dan Gramedia Online tak ada lagi stocknya) saya baru bisa melanjutkan petualangan di Tintenwelt melalui Tintenblut (Inkspell) dan Tintentod Inkdeath).

Petualangan saya di Tintenwelt ini berawal dari kegemaran saya dan teman-teman saya ‘menghabiskan waktu’ di toko kecil bernama toko Astri, bahasa gaulnya ‘nongkrong’ tapi saya kurang suka menggunakan kata tersebut. Hehe, masalah perspektif saja. Yup, kita kembali pada pertemuan awal dengan dunia yang sangat hebat ciptaan Cornelia Funke. Astri memiliki perpustakaan kecil dan buku-buku yang ada disewakan dengan tarif-tarif tertentu. Saya yang dari dulu menyukai novel-novel fantasi (setelah membaca Eragon) sebenarnya memiliki niat untuk mencari Eldest karena saya tak bisa menemukan novel tersebut di perpustakaan-perpustakaan lainnya. Tetapi dengan kecewa, saya tidak menemukan Eldest, dan saya menemukan novel karya Ms. Funke ini.

Novel ini berada pada deretan novel terjemahan, dan ketika saya tarik buku itu dari tempatnya bertapa. Cover novel ini menyambut saya dengan wajah Brendan Faser yang sangat saya idolakan saat itu (Inkheart dengan movie cover). Tanpa pikir panjang saya langsung menyewa novel itu hanya karena saya tahu novel itu novel fantasi dan yang terpenting ada gambar Brendan Fasernya (dasar wanita!). hehehe.

inkheart-movie

Saya tidak ingat dalam waktu berapa lama saya menghabiskan petualangan saya di Inkheart (Tintenherz), tetapi saya ingat saya hanya menyewanya satu kali tanpa perpanjangan, jadi mungkin kurang lebih saya menyelesaikannya dalam satu minggu.

Saya sangat kagum dengan petualangan yang tertulis dalam Inkheart. Membayangkan bagaimana dengan membaca keras-keras mampu mengeluarkan karakter-karakter yang ada di dalamnya. Andai saya memiliki kemampuan tersebut saya akan mengeluarkan Evan Jefferson sekarang juga! Hehehe, dia adalah sosok ideal to be my man. Hehe.

Setelah saya selesai membaca novel ini dan berpetualanga di dalamnya saya langsung mencari filmnya. Saya sedikit kecewa dengan filmnya, karena menurut saya bayangan saya terhadap Basta itu sangat berbeda. Basta di dalam film tampil sebagai seorang yang lebih pantas dilihat sebagai pelawak daripada pembunuh. Terlebih dengan ukuran tubuhnya (dalam pikiran saya dia seorang yang tak setambun itu), ekspresi wajahnya (terlalu tidak tegas), dan peran Mortimer hanya bertaut pada lari-larian dan kejar-kejaran. Menurut saya kurang terlihat kepandaian, kekuatan, dan kecerdasan Mortimer seperti yang dituliskan di dalam novel.

Basta

Setelah selesai dengan Inkheart, saya mulai mencari-cari novel kelanjutannya. Dan seperti kasus dengan Eragon, saya tak menemukannya di berbagai perpustakaan yang saya kunjungi. Yasudah karena saya memiliki pengalaman buruk kenihilan dengan pencarian Eldest, jadi saya tidak melanjutkan pencarian saya.

Baru setelah saya menemukan Brisingr, saya membeli Inkspell dan Inkdeath pada online shop yang sama. Bersama dengan Inkspell dan Inkdeath saya juga membeli novel baru berjudul Stolen Songbird karya Danielle L. Jensen. Saya membeli ketiga novel tersebut dengan rencana untuk menghabiskan liburan semester ganjil.

Ketiga novel tersebut datang ketika akhir semester saat tugas-tugas menumpuk dan menuntut untuk diselesaikan. Saya bertekad tak akan membuka Inkspell sampai liburan tiba, tetapi seperti biasa saya tergoda. Dan saya buka satu buah buku yang telah lama saya nantikan petualangannya, Inkspell, dan saya menyelesaikan petualangganya pada awal liburan. Hehe. Lama ya? Karena saya harus membagi cinta saya dengan tugas-tugas yang lain pula, dan saya kurang bisa konsentrasi pada dua hal sekaligus dengan baik.

Inkspell begitu berbeda dengan Inkheart, meskipun dengan tokoh-tokoh yang sama. Tetapi dunia yang mereka lalui berbeda. Dan sangat senang sekali membayangkan bahwa kita bisa masuk dalam sebuah cerita. Jika hal itu bisa terjadi pada saya, saya akn memilih cerita Eragon, Alagaesia, atau Middle earth The Lord of The Rings. Bagi saya akan lebih menarik jika hidup dalam dunia seperti itu daripada dunia ini. Hehe. Musuh-musuh tak tersembunyi dengan baik layaknya sekarang, tantangan-tantangan juga bersifat alami tak bersetting kota besar, politik mengerikan (meskipun pasti ada unsur politik dalam dunia tersebut), dan lain-lain.

Begitupun dengan Inkdeath, petualangan yang mirip menurut saya. Hehe. Perjuangan seorang ayah, pahlawan, perampok, membuat saya sangat mengidolakan Mortimer. Kehebatan Staubfinger juga tak luput dari hati saya. Bagaimana bisa ada seorang pemberani dan penyayang sepertinya. Cinta Staubfinger untuk Roxane istrinya begitu besar, dan bagi saya itu sangat indah. Dia adalah lelaki yang bekerja keras dan tak lembek seperti kebanyakan lelaki yang perhatian terhadap pasangannya. Staubfinger mencintai Roxane, tetapi tidak berarti dia selalu menggelayut di belakang Roxane layaknya anak ayam. Cinta mereka juga bukan sesuatu yang menye-menye. Ah, saya tidak suka yang menye.

Kemampuan Staubfinger setelah kembali dari kematian pun semakin mempesona saya. Terlebih ketika dia bisa lolos dari Nachtmar, woow. Kecerdikan dan kekuatan Violante, tapi satu yang membuat saya sedikit merasa surprise. Jacopo! Dia berada pada pihak kakeknya pada Inkspell bahkan sampai bagian tengah Inkdeath. Tetapi pada beberapa bab akhir dia bisa dengan mudahnya berpaling pada sang Gagak Biru, dan menyerahkan buku kematian kepada Gagak Biru yang menyebabkan kematian dari Natternkopf. Super sekaliii..

Setiap dunia yang saya kunjungi di dalam novel, begitu mempesona saya. Saya selalu ingin tahu bagaimana mereka menciptakan dunia-dunia tersebut. Betapa cerdasnya mereka. Cornelia Funke I love your World!

Semoga harapan saya (berpetualang di Middle earth) segera terwujud, melihat dompet dan tabungan saya begitu menipis. Hehe. See you in Middle earth (semoga!). hehehe.

box-set-the-lord-of-the-rings

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s