Venus Jupiter

Jupiter,_the_Moon,_Venus_(6785876182)

Senja telah turun, semburat keemasan telah Tuhan lukiskan pada bentang barat cakrawala. Aroma manis dan hangat udara tak mampu mengalahkan kehangatan cinta Venus dan Jupiter. Sejak mereka bertatap muka untuk pertama kalinya, mata ini tak pernah berhenti tersenyum untuk mereka. Kurang lebih satu bulan yang lalu, kedua cahaya indah itu mengalihkan mataku dari keindahan lainnya. Satu yang menjadi perhatianku akan kedua cahaya itu. Jarak di antara mereka. Mereka terlalu jauh untuk pada satu kata, cinta. Namun dari jarak yang ‘tak mungkin’ tersebut bahasa tubuh mereka berbeda. Mereka menutupi segala hasrat yang pasti akan meluap jika bukan tangan tuhan yang menahan mereka. Bahkan Tuhan pun tersenyum melihat kedua cahaya ini. Tuhan sengaja mengulur masa untuk mereka. Tuhan bahkan membisikkan keputusasaan dalam tutup mendung pada Jupiter. Aku sempat kecewa ketika mataku mencari-cari mereka berdua, dan tak menemui Jupiter di sana. Cahayanya yang tak sebesar Venus dan mendung yang dibisikkan Tuhan untuknya membuat Jupiter hilang bahkan tak setitik debu pun cahaya itu mengerling.

Venus, malam itu aku bisa merasakan kegelisahannya. Dia tetap mengerling, tetapi jiwa yang biasanya ia banggakan dalam setiap kerlingannya, tak tampak. Mereka putus asa.

Namun memang, cinta begitu suka mempermainkan mereka. Tuhan tertawa dengan kesedihan mereka. Tuhan mencabut masa di antara mereka. Tuhan mempertemukan mata mereka kembali. Mata yang segera dipenuhi oleh amarah, beribu pertanyaan, serta kerinduan, dan cinta.

“Aku merindukanmu.” Itulah kata pertama yang Venus katakan dalam pelukannya di bahu Jupiter.

“Aku mencintaimu.” Jupiter tak lagi menahan dua kata yang ia rasa begitu menyiksanya ketika Tuhan meniupkan mendung untuknya.

Pelukan, ciuman, ungkapan-ungkapan cinta tak lagi mereka simpan dan tak lagi mereka biarkan menggerogoti jiwa mereka. Mereka setuju untuk berjalan bersama, mereka setuju untuk tak memedulikan jarak yang Tuhan ciptakan untuk mereka, mereka setuju untuk setia menunggu pada masa-masa di mana mereka akan dipertemukan kembali, dan mereka setuju untuk tak kan pernah lupa dengan janji yang telah mereka ucapkan bersama.

Kembali padaku yang begitu bahagia menuliskan akhir yang bahagia. Beratus ribu kilometer di bawah mereka dan menyaksikan kedua cahaya itu menguarkan pesona cintanya, bahagia akan apa yang sebenarnya bukan milikku. Bahagia akan cinta yang tak hanya Tuhan ciptakan untuk makhluk yang disebut manusia. Bahagia ketika cahaya itu memiliki cinta lebih tulus daripada yang pernah kutemui di sini.

Terbesit dalam anganku, “Tuhan bisakah aku menjadi salah satu dari cahaya indah itu? Maaf Tuhan karena aku kurang berterima kasih dengan apa yang Kau beri untukku. Tapi tak hanya Venus yang jatuh cinta padanya, aku juga jatuh hati pada Jupitermu yang begitu tangguh dan tulus. Aku tak akan merusak segalanya dengan mengambil Jupiter dari Venus. Tapi mungkinkah jika aku menjadi cahaya, kau akan memberikanku cahaya seindah Jupiter? Berikan aku kerlingan-Mu pada tengah malam nanti Tuhan. Terima kasih.”

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

2 thoughts on “Venus Jupiter”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s