Masih The Hobbit (Novel The Hobbit vs Film The Hobbit)

the-hobbit-an-unexpected-journey-poster

When the cold of Winter comes, starless night will cover day, in the veiling of the sun, we will walk in bitter rain

But in dreams, I can hear your name, and in dreams, we will meet again

When the seas and mountains fall, and we come, to end of days, in the dark I hear a call, calling me there, I will go there, and back again

In dreams (LOTR Soundtrack)

Lagu itu terus terngiang di benak saya. Haha. Senang sekali rasanya bisa ikut berpetualang bersama Hobbit kecil yang pemberani Mr. Bilbo Baggins. Ikut petualangan? Hmm.. tidak sepenuhnya benar, hanya membaca. Rasanya ingin sekali memiliki nasib seperti Bilbo.

Bilbo mirip-miriplah sama saya. Dia menyukai berada di dalam rumah layaknya hobbit-hobbit yang lain tapi setengah dari jiwanya (berasal dari sang ibu) adalah darah petualang. Kalau saya mungkin pikiran saya yang pernah berpetualang jauh. Haha.

Sudah cukup pembukaannya, nanti malah jadi curhat. Haha. So, saya baru saja menyelesaikan petualangan saya bersama novel The Hobbit. Yah, bisa dikatakan terlambat memang untuk disebut sebagai spoiler, karena novel ini sudah terbit sejak tahun 1937 begitu juga film-film The Hobbit yang sudah lama tayang (part terakhir tayang beberapa bulan lalu dengan judul The Hobbit : Battle of Five Armies). Dan karena saya sudah menonton semua filmnya, termasuk The Lord of The Rings, tahu endingnya, dan jalan ceritanya, hmm.. sedikit mudah menebak-nebak jadinya.

Tapi tadaaa.. banyak sekali surprise dan kejadian-kejadian yang ternyata tak ada dalam film-film The Hobbit yang telah saya tonton. Bahkan saya bisa mengatakan banyak sekali hal-hal yang ditambahkan yang tak ada di novel lalu menjadi ada di film. Oke, saya akan membahas mulai awal walau mungkin tak akan rinci, karena saya sudah lupa tentang beberapa part dari film The Hobbit yang pertama (The Unexpected Journey).

Oh ya sebelumnya perkenalkan 13 kurcaci yang menjadi alasan adanya petualangan ini, yang pertama adalah Balin, kurcaci tertua yang ada dalam kelompok ini ; Thorin Oakenshield sebagai keturunan dari Thror dan Thrain, Raja Gunung Sunyi ; Fili dan Kili, keponakan Thorin, mereka sangat berbakat dalam menemukan jalan ; Oin dan Gloin, mereka berbakat dalam membuat bara api ; Bombur, kurcaci paling gendut yang ikut dalam perjalanan ; Dwalin ; Dori ; Nori ; Ori ; Bifur dan Bofur. Anggota rombongan yang lain adalah Gandalf sang penyihir bijaksana, dan Bilbo Baggins, hobbit yang bertugas sebagai pencuri dan penolong rombongan ini.

 

Beberapa prbedaan antara The Hobbit (Novel) dengan The Hobbit (Film) :

  1. Hal pertama yang saya ingat adalah tentang Beorn, manusia besar yang bisa berubah menjadi beruang yang sangat besar. Rumah Beorn adalah tempat singgah rombongan petualang tersebut sebelum mereka memasuki Mirkwood. Dalam film The Hobbit : Desolation of Smaug (film The Hobbit bagian 2), kedatangan mereka ke rumah Beorn digambarkan sebagai masuk paksa ketika sang pemilik rumah sedang berwujud beruang besar yang sedang mengawasi hutan. Para petualang itu berlari menuju rumah Beorn karena Beorn terlihat begitu marah dan mengejar 15 petualang itu dari dalam hutan, bahkan Bombur sebagai kurcaci yang paling gendut bisa berlari melebihi kecepatan teman-temannya yang lebih kurus.

The Hobbit Desolation of Smaug.mkv_000527298Beorn (sosok beruang di belakang Gandalf) sedang mengejar para Kurcaci, Bilbo, dan Gandalf yang masuk paksa ke rumahnya dalam film The Hobbit : Desolation of Smaug

Mereka berhasil masuk ke dalam rumah Beorn dengan selamat. Beberapa saat kemudian digambarkan bahwa mereka sudah dijamu oleh Beorn, dan digambarkan bahwa Beorn adalah manusia yang tidak suka tersenyum, bahkan sampai salam perpisahan dengan para petualang. Walau memang Beorn banyak membantu dengan jamuan dan kuda poni yang dipinjamkan untuk perjalanan mereka menuju Mirkwood.

Versi film tersebut berbeda dengan versi asli dari novel. Dalam versi tertulisnya, 15 petualang itu masuk dengan terhormat ke dalam rumah Beorn. Mereka meminta izin terlebih dahulu kepada Bern yang saat itu sedang memotong kayu di depan rumahnya dengan wujud manusia bukan beruang. Bahkan menurut saya cara masuk rumah Beorn yang ditulis dalam novel lebih menarik, karena dalam bagian inilah kecerdasan Gandalf sekali lagi digunakan.

Gandalf tak langsung membawa semua teman-temannya  masuk ke rumah Beorn, tetapi mereka datang sedikit demi sedikit sambil Gandalf memberikan cerita petualangan yang telah mereka alami kepada Beorn. Gandalf melakukan hal ini karena Beorn adalah penyendiri, yang tak pernah menerima tamu banyak, dan manusia yang bisa sewaktu-waktu berubah menjadi beruang itu juga tak begitu menyukai kurcaci.

Dalam versi tertulisnya juga digambarkan bahwa Beorn bisa menjadi manusia yang periang. Seperti yang dituliskan dalam beberapa kalimat yang tercantum dalam bab 7 berikut:

(…) Mereka pun keluar dan makan pagi bersama Beorn. Kali ini Beorn kelihatan sangat periang. Rupanya hatinya sangat senang. Ia menceritakan banyak lelucon, sampai mereka semua tertawa terpingkal-pingkal. (….)

 

  1. Perbedaan selanjutnya adalah petualangan di dalam hutan Mirkwood. Dalam versi tertulis digambarkan bahwa Bombur (kurcaci tergemuk) sempat terjebur ke dalam sungai hitam saat akan menyeberang dengan perahu dan dia terkena pengaruh sihir dari air sungai tersebut lalu tertidur untuk sekian lama. Dia harus diusung oleh teman-temannya secara bergantian.

Hari demi hari mereka semakin merasa putus asa dengan keadaan mereka di dalam Mirkwood yang gelap, pengap, menipisnya perbekalan, dan ditambah dengan beban mengusung Bombur. Beberapa saat kemudian mereka mulai melanggar aturan berjalan di hutan Mirkwood yaitu berjalanlah pada jalan setapak, jangan sampai keluar! Mereka melanggarnya karena mereka melihat cahaya-cahaya di tengah hutan di mana para peri hutan sedang menikmati makanan dan berpesta.

Kesialan mereka dalam Mirkwood ditambah dengan serangan laba-laba raksasa. Dalam bagian ini Bilbo menjadi pahlawan mereka. Hobbit itu menyelamatkan para kurcaci dengan pedangnya hingga mereka berhasil kabur sampai daerah yang lebih hijau. Tapi sayang hanya 12 kurcaci yang berhasil diselamatkan, Thorin saat itu berhasil diculik oleh para peri hutan dan dibawa menuju kerajaan peri hutan. Baru beberapa hari setelah Thorin menghilang, 12 kurcaci lainnya dibawa oleh para peri hutan menuju penjara kerajaan peri hutan.

The Hobbit Desolation of Smaug.mkv_001965669

Tauriel membantu menyelamatkan Kili dengan membunuh laba-laba raksasa dalam film The Hobbit : Desolation of Smaug

            Dalam versi film, berbeda jauh. Mungkin telah menjadi hal biasa jika beberapa part dari novel tidak dicantumkan dalam film. Seperti halnya bagian saat mereka akan menyeberangi sungai hitam dan Bombur tercebur. Dalam film tidak ada bagian ini, bahkan sungai hitam pun tak diperlihatkan.

Penyerangan laba-laba juga berbeda, jika di dalam novel mereka berhasil kabur berkat kelompok mereka sendiri. Tetapi dalam film mereka berhasil kabur karena bantuan peri hutan, dan mereka ditangkap secara bersama-sama bertiga belas setelahnya. Bilbo, yang memiliki cincin ajaib tidak ikut ditangkap oleh para peri hutan. Dia bersembunyi dengan memakai cincinnya dan mengikuti rombongan peri hutan.

 

  1. Selanjutnya adalah penyelamatan yang dilakukan Bilbo untuk para kurcaci dari penjara peri hutan. Dalam versi tertulis digambarkan bahwa Bilbo membutuhkan waktu berhari-hari untuk mendapatkan ide penyelematan para kurcaci. Hingga dia bisa mencuri kunci dan memasukkan para kurcaci ke dalam tong.

Para kurcaci dan Bilbo melarikan diri tanpa diketahui oleh pihak peri hutan. Bahkan sampai mereka datang di kota Danau tak ada halangan apapun kecuali mereka harus basah kuyup dan terbentur-bentur.

The Hobbit Desolation of Smaug.mkv_003178020

Para kurcaci bertarung dengan orcs di atas pelarian mereka dengan menggunakan tong dalam film The Hobbit : Desolation of Smaug

            Tetapi dalam versi film jauh berbeda. Bilbo menemukan cara pelarian para kurcaci itu hanya dalam waktu semalam, bahkan pelarian mereka ketahuan oleh para peri hutan. Mereka dikejar hingga pintu keluar ke sungai. Lalu mereka menghadapi serangan orcs dan bertarung di atas tong dibantu oleh para peri hutan.

 

  1. Perbedaan selanjutnya dalam film, raja peri hutan bernama Thandruil, dia tak lain adalah ayah dari Legolas, peri ganteng sepanjang masa (dimainkan oleh Orlando Bloom dan menjadi alasan awal kenapa saya nonton The Lord of The Rings, haha) yang jatuh cinta kepada Tauriel, kapten penjaga peri hutan.

Tetapi dalam versi tertulis tak disebutkan nama raja peri hutan, bahkan tak disebut-sebut bahwa dia memiliki seorang putra, Legolas, dan tak ada Tauriel (yay.. hahaha). Tak ada Tauriel berarti juga tak ada cinta antara Kili (kurcaci) dengan Tauriel. Dalam versi tertulis, tak ada sedikitpun disinggung-singgung mengenai adanya hubungan cinta antara tokohnya dengan seorang perempuan.

The Hobbit Desolation of Smaug.mkv_002231800

Raja Peri Hutan, Thranduil dalam film The Hobbit : Desolation of Smaug (ganteng yaaa :D)

The Hobbit Desolation of Smaug.mkv_001942620

Legolas! (Ya Tuhaaann) kurang jelas ya wajahnya? Bentar, saya upload lagi hahahaha

The Hobbit Desolation of Smaug.mkv_002014838

Haduh ganteng banget. Satu kata untukmu Legolas, surga! Hahaha

The Hobbit Desolation of Smaug.mkv_004804383Kapten Penjaga Peri Hutan, Tauriel dalam film The Hobbit : Desolation of Smaug

  1. Berlanjut pada kedatangan mereka di kota Danau. Dalam film mereka digambarkan secara diam-diam dan tersembunyi memasuki kota Danau dan dibantu oleh Bard (Keturunan Girion, Raja Dale). Tetapi dalam versi tertulis mereka datang bersama dengan peri hutan yang mengangkut tong-tong untuk diisi ulang di Kota Danau.

Bard, juga muncul pada bab-bab akhir saat naga muncul dan akan menyerang kota Danau dalam versi novel. Tetapi dalam versi film Bard sudah diperkenalkan jauh lebih awal sebagai penolong para kurcaci untuk masuk pada kota Danau.

 

  1. Dalam versi novelnya, tak ada bagian saat Kili terluka oleh senjata orcs dan membutuhkan pertolongan Tauriel. Hingga Kili harus ditinggal di kota Danau bersama dengan Fili dan beberapa kurcaci lain karena takut menghalangi perjalanan mereka.

The Hobbit Desolation of Smaug.mkv_005353417

Kili (kanan) dan Fili setelah ditinggalkan rombongan petualang menuju gunung sunyi dalam film The Hobbit : Desolation of Smaug

Begitu juga dengan Alfrid, ‘ular berbisa’ pendamping walikota. Tak disebutkan sedikitpun mengenai mulut beracun itu pada novel.

The Hobbit Desolation of Smaug.mkv_004206407

Alfrid saat mengancam Bard dalam film The Hobbit : Desolation of Smaug

  1. Selanjutnya adalah mengenai pencarian pintu rahasia di gunung sunyi. Dalam film digambarkan mereka begitu putus asa untuk mencari pintu tersebut, hingga Thorin membuang kunci pintu rahasia yang dilindungi sihir tersebut.

Tetapi dalam novel digambarkan mereka meskipun putus asa tetap bergerak mencari pintu rahasia secara menyebar dan tidak ada bagian Thorin membuang kunci pintu.

 

  1. Scene bersama dengan Smaug (Naga di bawah gunung sunyi) di ruang harta hanya berlangsung sedikit di dalam film. Tetapi dalam novel digambarakan sebagai bagian di mana Bilbo dua kali menjumpai dan berbicara dengan Smaug, bahkan dalam kesempatan pertama Bilbo sempat mencuri piala emas yang memicu kemarahan sang naga. Kemarahan naga ini mengakibatkan beberapa kerusakan pada bagian luar gunung serta dekat pintu masuk rahasia.
  2. Perbedaan selanjutnya adalah karena tidak ada Tauriel dalam novel The Hobbit, maka tidak ada cerita mengenai Kili yang meninggal dalam pelukan dan tangisan Tauriel (-,-) hahaha.

The Hobbit - The Battle of Five Armies.mkv_007062223

Tauriel menangisi kematian Kili dalam film The Hobbit : The Battle of Five Armies

The Hobbit - The Battle of Five Armies.mkv_007071387

            Sepertinya itu cerita dari petualangan The Hobbit, mungkin masih banyak perbedaan-perbedaan antara film dan novelnya. Seperti kasus Arkenstone, petualangan Gandalf, dan lain sebagainya. Hanya saja tangan saya sudah, sudah ingin menyampul novel selanjutnya yang akan saya baca. Hehe. Oh ya, tulisan ini hanya berdasar novel The Hobbit dan film-filmnya, saya belum tahu apa yang tertulis dalam The Lord of The Rings, jadi jika ada kesalahan, maafkan.

Saya akan lanjut berpetualang, kali ini bersama dengan Frodo Baggins menghancurkan cincin terkutuk. The Lord of The : The Fellowship of The Ring (Sembilan pembawa cincin) akan menjadi teman terbaik saya setelah ini. Kembali berjalan melintasi sejuk dan indahnya Shire, bertemu dengan Gollum, menuju Gondor, Mordor, bersama dengan Aragorn dan Legolas yang ganteng (Oh my God!), kembali mendengarkan nyanyian peri di antara deru air terjun Rivendell, ah, dan masih banyak lagi. Haha. Tapi sebelum itu, novelnya harus disampul dulu kalau tidak saya tak akan bisa membacanya.

Photo0293

Bye-bye, selamat berjumpa di petualangan selanjutnya.

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s