Dia, yang Menggenggam Calla

wl0021

Ia yang menyukai calla dan selalu menggenggamnya
Jika pantas dikatakan bersayap, dia tak selalu memiliki dua sayap
Meski disebut malaikat dia tak tiap waktu berjalan bersama udara
Dia tak seperti mereka yang mengenggam angin dan melintasi tebing tanpa luka
Dia hanya bisa jalankan kakinya
Menyusuri tiap inchi tanah yang siap melukainya kapan saja

Saat ia mampu terbang
Sayapnya ia gunakan untuk melukis dunia
Mewarnai langit dengan warna merah, biru senja
Singkirkan bekunya salju dan menggantinya dengan hangat lembut musim panas
Menjadikannya alasan akan perginya luka dan datangnya tawa
Taburkan berlian-berlian kecil berkilau pada luasnya cakrawala

Saat ia mampu terbang
Ia buat dunia mengawali pagi dengan kicau merdu serta sejuk dan berkilaunya embun
Mentari bangunkan rerumputan hijau dengan hangat dan lembut cahayanya
Bahkan siputpun berjalan sedetik lebih cepat

Namun ketika satu sayapnya hilang
Dan dia harus berjalan
Merasakan sentuhan kasar kerikil di telapak kakinya
Menangis untuk tiap tetes darah dari lukanya
Maka hari itu tak akan ada mentari

Ketika satu sayapnya hilang
Malam akan lebih pekat dari makna kegelapan itu sendiri
Bulan bersembunyi dibalik sinar pucat, bahkan dibalik kabut
Tak ada satupun hewan yang berderik
Dan badai tertawa bersama dengan kilat cahaya
Membakar bintang yang mencoba mengerlingkan mata untuknya

Ketika satu sayapnya hilang
Bukan lagi hujan rintik yang menguarkan wangi tanah ke udara
Tetapi hujan yang akan tusukkan sembilu pada tiap tulangnya
Bahkan anginpun menggoda untuk membakar hatinya

Ketika satu sayapnya hilang
Tak lagi ada harapan untuk hangatnya mentari
Pagi hanya akan ditemani mendung
Dan semua makhluk akan berkata padanya, “Jangan bangunkan aku, mendung membenci kami!!”
Tak ada satupun pintu yang akan terbuk untuk tawanya

Dia, memang berbeda dengan lainnya
Dia, bukan yang bisa menyimpan tawanya untuk mendung
Dia, bukan yang tahu kapan tangis akan membasahi matanya
Dia, terkadang hanya bersayap satu
Dia, bisa lebih indah dari bunga yang digenggamnya
Dia, juga bisa lebih buruk dari racun yang dimiliki calla
Dan dia hanyalah dia yang saat mentari bersinar ingin mampu terus terbang seperti lainnya

 

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s