Dia dan Kerinduan Musim Gugur

DC Autumn

Hai, masih dengan senyuman
Tuhan, Kau memang penuh dengan kejutan
Masih beberapa detik yang lalu hatiku berbisik, dia
Dan Terima kasih Tuhan kau menyampaikan bisikan itu padanya, dengan senyuman-Mu

Tuhan, jangan tertawa
Aku tahu Kau kini tertawa melihat senyumku yang tak sedetikpun padam
Itu juga karena-Mu Tuhan
Ciptaan terindah-Mu itu

Satu pesan singkat
Beberapa tanya tentang waktu yang telah lalu
Sekelumit canda
Dan sedikit cinta dalam ungkapan yang terbungkus rapi seindah langit dengan bulan dan bintangnya

Dalam setiap kata yang ia ucapkan
Aku merasakan dia di sampingku
Mendengar suaranya, dan aksen yang selalu kubilang ‘aneh’
Berjalan beriringan, menyusuri indahnya dunia yang kami kenal bersama
Kami menyebutnya dunia tengah, namun dalam kata yang lain
Aku tahu, dalam kebersamaan itu dia melindungiku dengan kalimat-kalimat indah dalam bahasa peri
Kami terus berjalan, aku menatapnya, dan lagi, aku tersenyum

Tuhan, Kau tahu? Aku ingin menatap matanya
Sungguh, bukan dalam dunia yang ada dalam benakku
Tapi di atas bumimu ini, dunia-Mu

Tuhan, aku tak sedang membicarakan Yusuf-Mu yang jelas menjadi terindah di antara yang terindah
Tapi aku sedang membicarakan, dia
Tak seindah Yusuf, tapi bahkan nyanyian lembut ilalang, desau bahagia angin
Tak mampu gantikan indah suaranya saat menyebut ayatmu, malam itu

Oh Tuhan
Kau membuat gadis kecil-Mu ini melukis tiap detik waktu dengan senyumnya
Terlebih ketika Kau membuat lelaki yang menjadikan alasan akan senyumnya berbisik pada angin malam bahwa ia merindukan suaraku

Embunpun kini tersenyum melihatku
Sinar kecil di ufuk baratpun mengerling untuk senyumku
Venus yang selalu menjadi milik Jupiter berbisik padaku
“Kau temukan Jupitermu.”

Aku tertawa mendengarnya
Apakah mereka tak sadar, cinta itu hanya ada dalam hatiku
Dan mungkin tak sedikitpun ada dalam hatinya
Namun kembali aku tersenyum
Aku tak peduli

Ketika hanya aku yang selalu menantinya
Dan mungkin jatuh untuknya
Bahkan aku pun sudah bahagia, penuh dengan senyumku tiap masa yang Tuhan berikan

Aku belum bisa melukiskan dalam benakku
Bagaimana kebahagiaan itu ketika dia juga memiliki bintang untukku
Dan Kau tahu Tuhan?
Aku tahu kau menyimpan kejutan dan teka-teki untukku
Aku tak mempercayai kebetulan
Mimpi kami yang sama?
Dunia tengah yang selalu kami puja?
Dia yang begitu mencintai-Mu dan aku yang berusaha keras mendekati-Mu?
Dia yang selalu membawa pengetahuan baru untukku?
Dia yang mencintai sastra dan aku yang selalu ingin tenggelam dalam tiap sajak dan kalimat terindah?
Dia yang mencintai langit dan aku yang menulis tentang bintang?

Di bawah merah dan kuning pohon musim gugur
Di tengah jantung paman sam, negeri yang kami impikan
Aku akan menatap matanya
Dan dia akan tersenyum padaku
Dia akan menemukan mimpi kami jauh dalam mataku
Dan…
Aku tersenyum lagi,
Tuhan, dia ada dalam hatiku.

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s