Untuk Tuhan

Hai Tuhan, aku tersenyum lagi
Dalam kemelut kabut yang sedang mengganggu pikiranku
Aku berjalan menyusuri waktu
Kembali pada hari pertama bulan ini
Untuk kesekian kalinya Kau menjadikanku hamba kesayangan-Mu

Kau pasti ingat Tuhan
Beberapa waktu sebelum ke-sepuluh kalinya bulan berpijar sempurna
Aku sempat menuliskan surat kecil pada-Mu, untukku bisa menatap matanya
Tuhan, Kau sungguh sempurna!
Setelah sekali saja matahari tertidur
Kau menjawab suratku dengan senyumnya
Tepat di depan mataku

Tuhan, Kau pasti sudah tahu apa yang sudah kurasakan saat itu
Tapi Tuhan, aku ingin ucapkannya lagi dan lagi
Bukanlah aku jika jantungku tak berdetak keterlaluan di hadapannya
Pertama kali menatap mata indah itu
Salam yang diucapkannya, Oh aku tak bisa berkata-kata
Kebodohan melandaku begitu saja
Dia tahu aku tak terlalu menyukai suara
Tapi dia tersenyum, mengisi waktu dengan catatan harian yang selalu menarik

Tak hanya lembut mengalir seperti aliran sungai
Tetapi juga penuh dengan tawa
Aksen yang aneh, ekspresinya yang tak selalu menampakkan charisma
Dan kata-kata yang terkadang mengandung canda
Sungguh sempurna
Tawanya membuatku lupa akan beban yang kumiliki

Ada saat dimana dia berhenti bersuara
Dia hanya menatapku, dan memuji-Mu
Tuhan, sungguh aku membenci orang yang mengagumiku
Tapi dia memuja-Mu dalam suaranya
Tapi dia adalah dunia yang telah lama kulukiskan
Aku hanya bisa tersenyum menutupi festival yang saat itu sedang hatiku adakan

Tuhan, dia menyebut nama-Mu lagi
Dan ketika dia terdiam dan mata itu ada untukku
Aku tak tahu harus kemana aku pergi
“Begitu sempurna!”
Hanya itu yang terngiang dalam benakku
“Tuhan, biarkan aku memiliki dia!”
Hanya itu yang hatiku bisikkan
“Tuhan, buat dia menutup hati untuk yang lain dan membukanya untukku!”
Hanya itu yang jiwaku rencanakan
“Tuhan, jangan buat waktu ini berlalu begitu cepat!”
Hanya itu doaku saat itu
“Tuhan tuliskan namanya di samping namaku dalam buku takdir-Mu.”

Tuhan, aku menunggu kejutan-Mu selanjutnya.
Kejutanmu tentang dia
Aku selalu menantinya
Aku mencintaimu Tuhan!

Aku ingin dia menjadi teman terbaikku Tuhan
Yang membagi cerita hariannya padaku
Setiap hari Tuhan
Yang mengingatku, setiap detik
I’m only one call away
I’ll be here to save the day

Tuhan, bahkan belum selesai aku menuliskannya,
Kau menyuruhnya untuk datang
TUHAN AKU MENCINTAIMU!

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

5 thoughts on “Untuk Tuhan”

    1. Eh tulisanmu juga bagus lho Dani (atau deni?) Maaf baru sempet baca. hehe. Tapi kamu terlalu jujur di sana, hehe. Jadi terasa sekali. Ciyeee..
      Boleh kasih saran kan? Tulisanmu akan lebih bagus kalau kamu sering-sering pakai perumpamaan. Terlebih untuk model tulisanmu yang mirip-mirip poem itu.
      Tapi tulisanmu bagus kok, aku suka yang “Buta oleh Cita” bagus banget kata-katanya. semangat ya Dan!

      1. Makasih sekali kak😂 iya kak siaaapp terimakasih sekali masukannya😂 makasih sekali udah nyempetin buang2 waktu buat baca tulisan aku😂 terimakasih sekali 😂 asli, kak Nadhirul Maghfiroh jadi inspirasi aku banget. Tulisan kakak keren semuaaaa👏🙆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s