Bodoh

 

white-snake-hd

Empat suku kata, delapan huruf, dan dua jam putaran masa. Ya, aku bersembunyi dalam kata-kataku. Mungkin jika pena tuliskan dalam merah biru dan putih. Kau akan mengerti . Tapi aku hapuskan biru dan menunda jeniusmu.

Ini seperti ketika kau hanya mampu membaca malam dan aku akan menuliskan namamu di atas sinar fajar. Ini seperti ketika kau mencintai langit dan aku mengukirnya di atas tanah. Ini seperti ketika kau katakan kau akan injakkan kakimu di sini dan aku akan pergi ke negerimu. Ya, aku selalu katakan menantimu. Tapi bayang-bayang matamu yang akan temukan hatiku. Kau mengubah seekor ular menjadi cacing tanah yang akan lebih baik jika tak terlihat

Tidak , aku tidak menyesali setiap waktu yang kugunakan untuk melukiskan teka-teki namamu. Aku tidak pernah menyesali ketika aku mencoba menarik perhatianmu. Dan kau tahu bukan dengan makeup atau sepatu hak tinggi. Kepalaku yang semula kosong harus berusaha lebih keras untuk menarikmu. Dan sedikit sapaanmu berarti kau masuk perangkapku

Aku tertawa ketika tulisan bodohku, susunan kalimat yang sengaja tak beraturan, gambar yang tidak umum, dan kata-kata aneh mengenai keadaan sekitarku membuatmu memberikan salammu padaku. Ya, aku mencoba berbicara denganmu lewat semua itu. Aku berusaha menyisipkan namaku pada ingatanmu. Aku tak peduli bagaimana bentuk ukiran namaku pada ingatanmu nantinya. Tapi aku tahu, masa akan membuatnya tak mudah hilang.

Dan kembali, aku tak bisa bayangkan seorang lelaki yang membuatku melakukan semua kebodohan, menuliskan setiap kata, dan membuat tersenyum tiap kali bangun dari tidurku, akan berwujud nyata di hadapanku. Tidak, jika Frodo Baggins terpaksa untuk pergi ke Mordor dan menghadapi segala bahaya, aku rela menggantikannya. Pergi ke Mordor, dan mungkin tak kan kembali.

Untaian makna-makna baru, petualangan, hobi, harapan, yang lebih kuat dari kata-katamu membuatku membuka lembar-lembar baru yang tak pernah kususupi sebelumnya. Dan siapkah aku dengan kejutan lain yang akan kau bawa kemari? Bahkan ketika masih ada ribuan mil, dan kita mempertemukan mata, begitu sulit untuk berkata di hadapanmu. Bagaimana jika kau di sini? Tuhan!

Aku tertawa menatap kebodohanku. Tak ada lagi semboyan hidup “Santai.” Dan Tuhan, Kau perlahan mengubah ular menjadi cacing tanah. Tuhan, tenangkan gadis kecilmu. 

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s