Mengagumkan

Sherlock-007Sherlock, saya sangat menyukai tokoh Sherlock Holmes baik dalam novel, TV show, sampai filmnya. Tetapi saya sangat menyukai karakter Sherlock yang dibangun oleh Steven Moffat dan Mark Gatiss dalam serial BBC Sherlock. Dalam serial ini Sherlock digambarkan sebagai seorang yang sangat antipasti terhadap ‘jatuh cinta.’ Walau akhirnya dia juga jatuh cinta pada seorang Irene Adler, seorang wanita yang mampu mengelabuinya.

Sherlock yang tak pernah mampu dikelabui tetapi Irene Adler dengan mudah mengelabuinya. Bahkan karena Sherlock sangat ‘jatuh’ dalam pesona, kecerdikan Irene Adler Sherlock mampu menyelesaikan sebuah teka-teki hanya dalam 5 detik tanpa berpikir bahwa dengan dia memecahkan teka-teki itu berarti dia memberikan informasi kepada musuh. Dan pada akhirnya teka-teki itu membuat proyek yang telah direncanakan secara bertahun-tahun oleh Pemerintah Inggris hancur (Proyek serupa kejadian Coventry). Wow, 5 detik menghancurkan bertahun-tahun. Cinta dan kekuasaannya.

Saya jadi teringat dengan salah satu pesan yang dikirim oleh teman saya, Syifa. Dia mengirimkan sebuah pesan “Mbak fir, kamu tahu lagunya Demi Lovato yang baru? Stone Cold? Itu liriknya mirip-mirip sama ceritamu dengan mas Al.” Wow, dan benar. Ini adalah salah satu potongan liriknya “You’re Dancing with her while I’m staring at my phone.” Hahahaha. sangat-sangat benar.

Saya selalu ingin menjadi seseorang yang seperti Sherlock. Melihat dunia dari detail, jenius, tak peduli dengan apa yang orang bicarakan, dan meskipun antipati terhadap cinta Sherlock mencintai orang yang tepat. Partner of crime. Mereka sama-sama jenius, dan memandang dunia secara berbeda, tidak seperti orang pada umumnya.

Beberapa hari yang lalu sempat terbesit dalam pikiran saya untuk tak terlalu banyak menulis tentang dia. Tetapi hari ini, saya harus merusak janji saya sendiri hanya karena saya tahu bahwa dia masuk dalam anggota sebuah klub buku. What the hell! Saya sangat menyukai buku, well novel. Dan dia dengan pesonanya masuk dalam klub tersebut. Oh Tuhan! Baru saja teman saya mengatakan “A handsome man with books it’s like double attacks for you right? Yeah, he is really your type.” Thats absolutely true! hahhaha

Tak hanya itu beberapa minggu sebelumnya saya juga tau bahwa dia sekarang menjadi anggota eksekutif dari klub debat, klub sastra, dan menjadi pembicara dalam beberapa seminar teknik. Dalam hati saya berkata, “Okay! Tuhan! Hentikan memberikan gambaran bagaimana sempurnanya dia ketika Kau tak membuatnya menyukaiku.”

Tak hanya itu, dari beberapa ceritanya saya tahu dia bukanlah mahasiswa-pulang seperti saya. Dia semacam mahasiswa-sibuk-aktivis yang tidak omdo (omong doang). Dia menyukai untuk menghadiri diskusi-diskusi khususnya tentang Islam dan sastra. (Oh Tuhan, sempurna! Seorang dari jurusan teknik, menyukai sastra, dengan kemampuan sempurna dalam 4 bahasa). Bahkan dia sempat mengirimkan undangan diskusi mengenai sufisme kepada saya (memang dia terkadang lucu, diskusi itu diadakan di negara tercintanya itu dan saya berada dimana (?) mungkin karena memang dia tahu bahwa saya tak begitu mengenal baik Islam sehingga dia berpikir mungkin akan baik bagi saya untuk menghadiri diskusi itu. Atau itu hanya ilusi kepedulian dia yang saya inginkan. Ah, diluar semua alasan dia mengirimkan undangan tersebut, yang terpenting bagi saya dia ingat kepada saya).

Dia juga adalah seorang dengan kemampuan otak yang baik, begitu baik, sangat baik. Dia menjadi lulusan terbaik di SMA nya. Dan dia belajar di salah satu perguruan tinggi yang selevel dengan ITB jika di Indonesia. Banyak sekali pemuda-pemudi dari negerinya yang mengidamkan untuk masuk dalam perguruan tinggi itu.

Hmm.. masih banyak lagi kelebihan yang dia miliki. Oh Tuhan, saya lupa mengapa saya menulis ini. hahaha. Adik laki-laki saya datang dan kami berdebat mengenai film Turbo, dia mengakhiri perdebatan dengan baik. “Film Turbo sudah pernah ditayangkan di TV Indonesia, hanya saja waktu mbak belum pulang dari kos waktu semester 5. Sama seperti semester Al saat ini.”

WTF! Saya hanya bisa tertawa. Yah, hamper semua orang kecuali bapak saya sudah pernah mengatakan namanya. Bahkan ibuk saya sangat menyukainya, well walau saya berkata bahwa dia hanya teman saya. Hahahhaa. That’s look like I’m so pathetic right?

Okay, kembali pada Sherlock. Yah, teori yang dibawa Sherlock memang benar. Jatuh cinta itu tak begitu baik. Terlebih ketika orang yang membuat kita jatuh cinta itu sudah memiliki seorang kekasih. Bollocks! Hahaha

Tak peduli dengan kenyataan tersebut saya masih terus menerus ‘staring at my phone,’ mengagumi setiap display foto yang dia gunakan, menganalisis setiap status yang dia tulis, mencuri setiap tulisan sastra yang dia tulis, yah saya akan jadi sosok yang mengerikan ketika jatuh cinta. Hahaha. Tetapi dia bukanlah orang yang terlalu terbuka dengan dunia maya. Sehingga membaca sosok yang satu ini menjadi tak terlalu mudah.

Dia penuh dengan kejutan, keindahan, dan ya sudahlah. Saya memang tak sejenius Sherlock, bahkan jauh-jauh lebih tidak rasional daripada Sherlock. Tetapi saya jarang sekali membuang waktu saya begitu saja hanya untuk seorang laki-laki. Untuk menunggu sebuah pesan dari orang yang bahkan jarang sekali mengingat saya, menjadi seorang yang heboh dan sangat heboh ketika tahu dia menuliskan sesuatu, memiliki detak jantung lebih banyak ketika dia berkata ‘Aku ingin berbicara lewat skype denganmu.’ Saya masih mengingat bagaimana saya menjadi bodoh dan mengganggu waktu tidur beberapa teman saya karena saya tak memiliki paket data untuk modem saya. Oh Tuhan, saya bodoh. Tetapi setiap waktu yang dia berikan untuk saya, sangat berharga. Dia tak hanya membicarakan hal-hal sepele, dia selalu membawa hal baru.

Bahkan pada skype terakhir yang kami lakukan beberapa minggu yang lalu. Dia meminta saya untuk menulis sebuah artikel tentang ballet dan dia bersedia memperbaiki grammar saya jika saya selesai menulis. Saya sangat bahagia, membayangkan bagaimana namanya akan ada dalam blog saya sebagai orang yang ‘berduet’ menulis dengan saya. Oh Tuhan! hahahaha. tetapi lagi-lagi saya masih malas untuk mencari data, karena ada skripsweet yang membutuhkan saya. Haha.

Hmmm… sudahlah, biarkan semua ini berjalan apa adanya. Dan semoga dia cepat berhenti mencintai kekasihnya, hahahahaha. I’m such a devil!

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s