Dosen

ec85e96bc0cd9f0092dab595c1b6e3c4

Ini adalah apa yang saya dapatkan dari kuliah sore ini. Antara bosan, lapar, hujan, bayangan jauhnya saya parkir motor saya dari gedung fisip, dan perjalanan pulang satu jam. Call it Boredom. Hahaha.

Ketika kalian harus mengenyam pendidikan di jurusan yang penuh dengan dosen ganteng. Ya Tuhan! kalian pasti tahu ada sebuah scene dalam film-film di mana waktu seakan berhenti berputar ketika tokoh yang bersangkutan menatap pujaan hatinya. Yah! Itu terjadi, ketika bapak-bapak dosen yang ganteng itu lewat di hadapan saya.

Beberapa hari yang lalu, saya dan teman saya berencana untuk pergi makan siang dan ketika sampai di parkiran, kami bertemu dengan salah satu dosen kami yang bisa dikatakan memiliki wajah bak pangeran dicampur dengan malaikat ditambah dengan kepandaiannya plus humoris = sempurna. Teman saya ngomong ke saya, “Kita bisa kan berhenti sebentar, biar bapaknya selesai pakai mantel.”

Haha. Sesimpel itu, orang ganteng pake mantel! Dan itu sudah cukup menciptakan sebuah scene di mana waktu seakan terhenti. Kami hanya bisa bergumam satu sama lain, “Haduh bapaknya ganteng.” “Malaikat pake mantel.” “Saya siap jika bapaknya menyatakan ingin menikahi saya.” “Heh! Bapaknya milik saya, kamu kan sudah bapak A.”

Dan dalam beberapa detik yang terhenti tersebut, setiap sel yang bertugas untuk medivisi imajinasi, akan bekerja dengan keras, bahkan berlari! Bayangkan saja mereka mempresentasikan proyek imajinasi yang telah mereka simpan sebelum ini. Dan presentasi tersebut bukanlah sejenis presentasi mata kuliah yang membosankan atau hal-hal sejenisnya. Oh Tuhan, saya suka presentasi semacam ini. hahahaha.

Bahkan hal kecil seperti memakai mantel hujan bisa menjadi sebuah presentasi yang begitu menarik. Melahirkan plot cerita imajinasi yang lebih baik dari realitas kehidupan nyata. Misalnya untuk para penggemar drama Korea, mungkin sel-sel imajinasi kalian akan mempresentasikan sebuah plot di mana dosen yang membuat kalian tercengang tersebut memandang balik kepada kalian lalu jatuh cinta pada kalian, lalalalla. Untuk penggemar Sherlock Holmes mungkin seperti ini, kalian akan membayangkan bahwa sosok yang sedang kalian perhatikan tersebut adalah seorang detektif dan dia sedang berada pada sebuah misi untuk menyelidiki seorang criminal mastermind, tentu saja criminal mastermind itu adalah kalian sendiri, lalu dicampur dengan plot drama Mr. amd Mrs. Smith sehingga kalian bisa jatuh cinta satu sama lain. (Hello??? Hahahah. But That’s funny!) Betapa cepat, detail, dan menariknya presentasi tersebut!

Tak hanya presentasi menarik, tetapi dengan adanya dosen seperti ini ada kemungkinan untuk mendinginkan kepala kita. Sebagai mahasiswa tua, yang memiliki hubungan serius dengan skripsi, harus sering-sering nongkrong di depan ruang dosen, dan konsultasi penuh semangat dan tanpa lelah (ini fiksi). Akan sangat berbahagia jika bertemu dengan bapak dosen idaman kalian, atau idaman saya. 😛 . Seperti siang tadi, setelah menunggu lama untuk salah satu dosen untuk meminta tanda tangan persetujuan form 8, masih dengan kebiasaan ngomel-ngomel saya, yang laparlah, males ngerjainlah, hujanlah, ini dan itu. Datanglah seorang bapak dosen yang sangat-sangat saya sukai mulai dari semester 3. Maka hilanglah omelan-omelan panjang saya, dan saya hanya bisa menyapa dan tersenyum kepada beliaunya. bahkan teman saya yang saat itu sedang membicarakan tema skripsi bersama saya, harus bilang :

Teman saya : “Hih, aku kan lagi ngomong.”

Saya : “Hih, biarin bapaknya hilang dulu. Malaikat lewat harus dilihat sampai hilang.”

Dan, Tuhan memang begitu mencintai saya, dan membuat bapak dosen tercinta mondar-mandir di depan saya. Dan dengan otomatis maka saya memperoleh beberapa kali sapaan dan senyuman, oh surga!

Bahkan ketika bapak dosen menghilang masuk ke dalam escalator, saya menggumam “I can marry him right now.” dan teman saya membalas, “He is married already.” Sungguh jawaban itu merusak segalanya.

Saya jadi teringat dengan gagasan gila dari salah satu teman saya saat tahu dosen pembimbing saya adalah ganteng banget. Dia dengan seenaknya nyeletuk, “Gak enak punya pembimbing ganteng itu takut salah omong. Kayak gini, ‘jadi pendapat saya seperti ini sayang, eh maaf, ‘pak’ maksud saya.” Hahahha. Saya menyukai dan sangat menyukai gagasan itu, that’s brilliant and funny af!

Yah, gak enaknya punya dosen pembimbing ganteng itu adalah sulit untuk memetakan antara konsentrasi kuliah dan konsentrasi hati. Terlebih ketika harus menjadi seorang saya yang dari awal memiliki pembimbing ganteng. Oh Tuhan. Pembimbing akademik saya adalah bapak yang memakai mantel dengan adorable, dua pembimbing skripsi saya memiliki panggilan bapak ganteng dan bapak unyu. Oh saya tak tahu lagi, dan setiap kali akan berangkat konsultasi bukan hanya materi yang harus saya siapkan tetapi juga kesiapan hati saya. Hahahhaa. Tetapi saya bersyukur tidak mendapatkan dosen pembimbing bapak dosen tercinta yang mondar mandir di depan saya. Karena saya yakin, saya akan lebih berkonsentrasi pada “Oh Tuhan, saya bertemu Mr. A hari ini,” daripada “Apa yang harus saya tanyakan tentang tema skripsi saya.” Bahkan selalu ada guyonan ketika saya dan teman-teman saya bagaimana jika dosen pembimbing skripsi kami adalah dosen ‘idaman’ kami. Kami akan memberikan satu pertanyaan yang tak akan terlewatkan bahkan untuk konsultasi pertama, “Will you marry me?”

Hahahaha. Maafkan saya bapak-bapak dosen yang adorable. 😀 See you on my next revision. Hahahaha.

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

2 thoughts on “Dosen”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s