30 Detik

Jupiter,_the_Moon,_Venus_(6785876182)

You’re beautiful 🙂

Kau tahu Al, aku membenci ketika orang lain mengatakannya padaku. Tapi ketika kubaca pesan itu darimu? Ketika pujian itu berasal darimu? Tuhan, bisakah Kau dia mengulang pesan ini setiap hari? Sudah beberapa bulan, aku menoba meredam semua yang kurasakan untukmu. Mengurangi sedetik demi sedetik waktuku yang harus terbuang dengan lamunan tentangmu. Memang, sampai kini aku masih memiliki 30 detik kelumpuhan setiap harinya. 30 detik yang membuatku meninggalkan segalanya, melupakan segalanya hanya untuk mengingatmu. 30 detik yang tak pernah bisa kucegah, 30 detik yang kini menjadi lebih lama setelah pesanmu itu.

Aku mencoba tersenyum kepadanya Al. Dia kini menggenggam tanganku, tapi dalam benakku aku tetap mencintaimu. Dia tak bisa membuatku lumpuh dalam 30 detik Al. Aku sangat ingin mencintainya Al. kumohon pergilah. Tapi jangan, tetaplah disini. Sudah lupakan tentang dia, aku ingin 30 detik kelumpuhanku.

Kau tahu Al, jika Tuhan memberikanku kesempatan untuk mengulang kehidupanku dari awal aku tetap ingin mengenalmu dan jatuh cinta padamu. Meskipun aku tahu kini kau tak merasakan apa yang kurasakan. Mungkin di kehidupan itu, aku menjadi lebih cantik dan berbahasa Spanyol. Haha. mungkin di kehidupan itu kau menjadi lebih bodoh dan jatuh cinta padaku, ah siapa tahu. Tuhan? bisakah aku menjadi asistenmu dan menciptakan semua itu?

Al, aku benci ketika kau tetap dengan logikamu ketika berbicara denganku. Menyampaikan argumen-argumen yang biasanya dengan mudah akan kutolak, namun nyatanya aku menyetujuinya ketika semua itu terucap darimu. Selalu ada celah positif yang kutemukan dari ucapanmu. Selalu saja kau menjadi yang berkharisma dan aku menjadi si bodoh otak udang.

Sebodoh apapun label yang ingin kuberikan padamu karena kau mencintainya. Kau tetap menjadi seorang manusia yang membuatku lumpuh 30 detik setiap harinya. Betapapun aku mengatakan aku membencimu karena kau ‘misogynist’ aku tetap ingin mendengar segala omong kosongmu.

Kau tahu Al, adikku selalu membuat guyonan tentangmu. Tentang aksen anehmu, tentang cara berpakaianmu dengan tunik itu, dan kemungkinan bahwa kau adalah teroris. Aku hanya bisa tertawa. Dan gilanya, aku selalu berpikir andai kau menjadi anggota ‘Taliban’ ataupun ‘Al-Qaeda’ aku akan menjadi salah satu dari mereka juga. Mungkin jika kau memintaku untuk menikahi Hitler aku juga akan katakan ‘ya.’ Haha.

Oh Al, kau satu-satunya manusia yang kucintai namun juga ingin kubunuh dalam waktu bersamaan. Kau selalu bisa membuatku kembali pada titik awal kebodohanku, ketika aku sudah jauh meninggalkannya. Kau selalu membuatku kembali menatapmu dan mencintaimu, all over again. Kau selalu membuatku lumpuh selama 30 detik. Atau bahkan lebih.

Ya Tuhan, bahkan aku lumpuh lebih dari 30 detik hari ini. haha. Oh ya Al, kau tahu dia memiliki mata seindah Almond. Hazel, seperti tulisanku yang pertama kali kau perhatikan. Hampir seindah Heimdall. Dia membuatku tertawa, dia lebih sarkastik dari kau, dan dia memujaku. Tapi tetap, dia bukan kau. Hmm.. sudahlah. Semoga mata indahnya bisa mengubahku. Bagaimanapun, jangan pernah pergi Al. Jangan pernah. Tetaplah datang meskipun hanya 30 detik.

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s