Hilang Kata

Jemariku begitu ingin melukis tentang hatiku

Tentang waktu yang tak layak disebut malam, tapi selalu berbintang

Tapi sedikit demi sedikit kata-kata itu menghilang

Mungkin tertutup kabut, atau aku yang memang dibutakan?

Begitu ingin kutulis tentang cinta yang mengambil kebijaksanaan

Yang membuat para filsuf berjalan dengan tangannya dan makan dengan kakinya

Tapi lagi, hanya sebatas ini

Aku tak lagi mampu melihat huruf-huruf indah untuk kataku

Apakah aku mulai menulis dengan kakiku?

 

Begitu ingin aku melantunkan namamu di atas kertas

Membubuhkan kesempurnaan dan tawa pada sosokmu

Tapi lagi-lagi aku gagal

Tak ada kata atau terlalu banyak kata atau aku kehilangan kata?

 

Aku tersenyum

Ah, biarkan kata-kata itu memenuhi benakku

Biarkan hanya aku yang tahu tentangmu dan kita

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s