Orang Gila

Pada suatu malam perempuan itu menggumam. Duduk di bawah pohon, di atas rerumputan. Terlihat gila, karena dia terlihat marah pada angin. Dia berbicara pada makhluk yang tak terlihat. Marah! Membentak! Kalian pasti akan membencinya.

Terlihat seorang bapak-bapak mencoba menolongnya. Tapi perempuan itu bergeming. Dia kembali berbicara pada udara. Kau akan mendengar dia mengatakan “ya” lalu “tidak.” Setiap manusia yang lewat di dekatnya pasti akan memelototinya. Bukan karena takut, tapi lebih kepada tatapan “pergilah kau!” Bagaimana tidak?! Perempuan itu akan menarik lengan orang-orang, bukan untuk meminta tolong, tapi untuk mengutuk, “Pembohong! Pembohong!”

Lalu dia akan tertawa, dan duduk begitu saja di tengah keramaian. Layak disebut sebuah drama. Seorang peerempuan yang mencari perhatian! Kau akan tahu kalau itu tak ada bedanya dengan sinetron sampah Indonesia kalau kau berada di depannya. Karena 5 menit setelah tawanya, dia akan menangis! Menangis histeris! Lagi-lagi, menjadi perempuan yang mencari perhatian.

Perempuan itu kembali berbicara pada angin. Ya, dia gila! Siapa yang mau berbicara pada angin?! “Ya, terserah kalian menyebutku gila. Tapi kalian tak tahu, mengapa aku berbicara pada angin. Aku hilang harapan pada manusia. Angin lebih cepat dari manusia. Angin tak terlihat, seperti dia. Angin membelaiku, memelukku, menciumku walau tak terlihat, seperti dia. Aku tak bisa menyentuh angin tapi aku tahu merasa dekat akan keberadaannya, seperti dia. Dan hanya anginlah yang akan menyampaikan rinduku padanya. Tak hanya itu, mengapa aku samakan dia dengan angin? Karena dia selalu menjanjikan keberadaannya, tapi tetap aku tak bisa menyentuhnya. Dia membangun harapanku, tapi tak pernah menjadikannya nyata, terasa, namun tak nyata. Dan, dia terlalu jauh. Kakiku bukanlah harapan untuk memeluknya. Namun hatiku terlanjur terbang bersamanya, meninggalkanku di sini, dengan drama, dan menjadi gila. Sudah 7 tahun aku hidup tanpa hatiku, 7 tahun pula aku menyampaikan cintaku kepada sang angin. Namun dia tetap masih tak terlihat, kurasa ini saja. Aku akan bersatu dengan laut, dan kuharap menguap bersama udara. Berjalan dengan angin dan menemuinya.”

Usai, kaki perempuan itu melompat dari atas tebing menuju lautan. Terlambat! Tamat sudah drama tangis dan tawanya. Dia yang kini menjadi angin, berharap bertemu lelaki pujaannya. Menjadi yang tak terlihat, dan berharap membelai manusia yang masih nyata.

 

-Anna-

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

2 thoughts on “Orang Gila”

  1. Gila, otakmu rusak kak!!! Keren!!!! Masterpiss ini. Btw, jangan mati kak:( aku masih mau berkesempatan pegang bukumu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s