Laki-laki Sexy itu..

Householdchore-572789

Pekerjaan rumah tangga identik dengan sebutan “kodrat perempuan,” tugas-tugas yang disebut sebagai kewajiban untuk seorang perempuan. Bahkan para perempuan telah “dilatih” sejak dini untuk mengerjakan tugas-tugas rumah tangga. Terlihat dari mainan masak-masakan dan boneka yang sampai saat ini masih terkenal dengan sebutan “mainan untuk perempuan.” Tak hanya dari sisi mainan, di Indonesia ketika seorang anak perempuan menginjak masa remaja dia akan sering menerima kata-kata “Sebagai seorang perempuan yang baik kamu harus bisa menyapu, mencuci piring,…” bla bla bla ; “Mau jadi perempuan apa kamu kalau tidak bisa masak? Siapa yang akan memasak untuk suamimu nanti?”

Di sisi lain, ketika perempuan “diharuskan” untuk mahir dalam hal-hal domestik, laki-laki “diharuskan” untuk “goblok” di bidang ini. Ketika anak perempuan diberikan boneka dan peralatan masak mainan, anak laki-laki akan bermain dengan mobil-mobilan, robot, pesawat, ataupun mainan lainnya yang ditempeli peran sebagai mainan maskulin. Ketika anak laki-laki bermain boneka ataupun masak-masakan, mereka akan dianggap sebagai “anak laki-laki yang keperempuan-perempuanan.”

Tak hanya pada tahap anak-anak, ketika laki-laki tumbuh dewasa, kebanyakan orang tua akan memperkenalkan mereka pada aktivitas-aktivitas yang jauh dari pekerjaan rumah tangga. Memang, mereka masih diajarkan untuk mencuci piring, menyapu, memasak, dan lain-lain. Tetapi kebanyakan orang tua menanamkan bahwa hal tersebut bukanlah pekerjaan yang wajib untuk dilakukan seorang laki-laki. Mereka menanamkan bahwa hal-hal yang wajib dilakukan untuk laki-laki adalah hal-hal yang lebih “rumit dan kuat” seperti aktifitas fisik, memancing, olahraga, berkebun, otomotif, dan lain-lain.

Laki-laki yang tidak terbiasa melakukan pekerjaan domestik dan memiliki pola pikir yang masih menganggap bahwa mereka tak seharusnya melakukan pekerjaan domestik seringkali akan menganggap dirinya memiliki posisi lebih tinggi daripada perempuan. Seperti misalnya dalam kehidupan rumah tangga laki-laki akan meninggalkan pekerjaan domestik kepada istrinya. Memberikan dalih bahwa dia telah melakukan peran sebagai suami, bekerja mencari uang.

Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh Institute for Public Policy Research (IPPR) bahwa pada tahun 2012 hanya 1 dari 10 laki-laki yang melakukan pekerjaan mencuci dan bersih-bersih setara dengan istrinya (Darlington, 2012). Hal tersebut sangat disayangkan, karena pekerjaan domestik bukan hanya ‘milik’ perempuan. Terlebih dalam kehidupan rumah tangga, akan lebih baik jika suami dan istri sama-sama memiliki tugas dalam pekerjaan rumah tangga.

Meskipun seorang suami telah bekerja di pagi hari, akan lebih baik jika dia tetap membantu istrinya dalam pekerjaan rumah tangga. Terlebih jika istrinya juga memiliki pekerjaan. Tak ada salahnya untuk membantu satu sama lain.

Tak hanya itu, ada banyak ungkapan mengenai laki-laki yang melakukan pekerjaan tumah tangga. Mulai dari perspektif negatif yang memandang sebelah mata laki-laki yang melakukan pekerjaan rumah tangga, hingga perspektif positif yang mayoritas datang dari kalangan perempuan. Yep, dari kalangan perempuan. Menurut riset yang dilakukan oleh Dr. John Gottman dari University of Washington membuktikan bahwa seorang istri akan lebih memiliki mood yang baik ketika suami membantu dalam pekerjaan rumah tangga (ABC News, 2015).

4519083-xsmall

Banyak sekali perempuan yang menganggap laki-laki yang mau melakukan pekerjaan rumah tangga sebagai laki-laki yang sexy. Menurut Psikolog dari san Fransisco, Joshua Coleman hal ini dikarenakan laki-laki yang melakukan pekerjaan rumah tangga dianggap memiliki sifat yang perhatian, sharing is caring (Salamon, 2008). Selain itu, menurut pandangan pribadi saya seorang laki-laki yang mau melakukan tugas rumah tangga mencerminkan bahwa mereka bisa menghargai seorang perempuan, khususnya istrinya dengan lebih baik. Bagaimana tidak? Mereka mau melakukan pekerjaan rumah tangga, berarti mereka tidak menganggap istrinya sebagai seorang “pembantu” yang harus selalu “melayani” dirinya. Suami semacam ini adalah SEXY (dengan huruf capital yang dipertebal dan digarisbawahi, hahahaha).

Pandangan mengenai laki-laki yang sexy ketika melakukan pekerjaan rumah tangga tak akan bisa menyebar luas ketika tak ada bantuan dari media massa. Media massa masih menganggap hal ini tidak umum, terlihat dari masih menjamurnya iklan-iklan produk rumah tangga dengan aktor utama seorang perempuan. perempuan yang mencuci piring, mencuci baju, mengepel, memasak, membuat teh,merawat bayi, dan lain-lain. Saya menjadi ingat pada perkuliahan kelas gender dan media pada semester tujuh. Saat itu kami membahas mengenai iklan yang seperti saya katakan selalu menampilkan perempuan sebagai aktor utama dalam pekerjaan rumah tangga. Lalu dosen saya melemparkan sebuah ide, bahwa sebenarnya akan lebih menarik jika sebuah produk menampilkan laki-laki sebagai pelaku pekerjaan rumah tangga. Misal menjadi laki-laki yang mencuci piring, membuat teh, memasak, merawat bayi, ataupun pekerjaan rumah tangga lainnya. Kami, para perempuan setuju dengan ide dari dosen kami ini.

631270594d9b7132a4b0574b2bc7afd5(Oh Tuhaan, he is soooo sexy af)

                Saya secara pribadi bertanya kepada beberapa teman saya, manakah yang lebih mereka pilih laki-laki yang pergi ke gym atau laki-laki yang sedang menggendong anaknya. Dari 5 teman saya, hanya satu yang memilih laki-laki ke gym. Empat di antaranya memilih laki-laki yang merawat/menggendong anaknya. Saya juga memilih laki-laki dengan anaknya.

Fakta-fakta tersebut membuktikan bahwa bukanlah hal yang salah kalau laki-laki melakukan pekerjaan rumah tangga. Bahkan lihatlah wahai para laki-laki, kalian sexy jika kalian mau melakukan pekerjaan rumah tangga. 😉 Tanyalah kekasih/girlfriend/istri/pacar/gebetan/php-an/teman perempuan kalian, pasti pendapat mereka tak akan jauh berbeda dengan tulisan saya ini. Good luck!

 

-F-

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s