Cerita Yatim Piatu untuk Sang Laut

Orphans 1885 by Thomas Benjamin Kennington 1856-1916

Biarkan aku menyatu bersama laut
Bernyanyi bersama ibunda bumi dan menyingkir sejenak dari kabut
Biarkan aku melupakan daratan dan menjadi yatim piatu tanpa nama
Untuk sejenak saja memikirkan saudaraku yang tak berbalut dosa

Sungguh aku lelah
Ketika darahku terus diburu untuk minuman penguasa bisu
Aku bingung dengan isi kepala mereka
Hanya satu lagu dalam kepala mereka, takhta!
Lalu seribu perang saudara
“Bantai mereka yang tak sama!”
“Dan tetap kuliti siapapun walau tak berbeda!”
“Jatuhkan dia dari singgasana, dia bukan boneka kita!”

Sejauh itukah duniamu para penguasa?
Takhta, takhta, dan takhta!
Bertengger kesana kemari memperebutkan singgasana
Dan lupa akan arti saudara
Lupa akan sumpah untuk melindungi sesama
Dan otakmu menciut memaknai “sesama”

Mereka hanya sibuk dengan takhta
Lupa dengan darah tak berdosa Syria
Menutup mata bagi perjuangan tiada henti Palestina
Tak peduli dengan tangisan perempuan Afghanistan
Dan tetap kenyang di atas kelaparan Nigeria

Oh para raja
Tutup mulut kalian tentang perdamaian
Tahu apa kalian soal itu
Saat perang adalah candu kalian
Ketika tank dan senjata adalah Tuhan kalian
Ketika kalian menarget malam untuk meredam tangis mereka dengan ledakan

Jangan pernah sebut ini kedamaian
Ketika kalian bertindak layaknya Tuhan
Hanya saja tanpa keadilan
Membubuhkan kebohongan di setiap ucapan
Pembunuhan masal dan menyebutnya kemerdekaan
Menuduh saudara sedarah dan menyebutnya membela kebenaran

Oh laut yang tenang
Katakan pada sang raja
Bahwa mereka membutuhkan pelukan
Bukan pukulan dari para tentara
Bahwa mereka bersyukur untuk sesuap lauk
Bukan senjata yang membakar rumah mereka
Bahwa kedamaian adalah cinta
Bukan perang yang terus dikobarkan atas nama mereka

Apakah kita masih pantas disebut manusia?
Ketika kita tetap memakan daging saudara kita
Apakah kita masih pantas disebut yang sempurna?
Ketika nurani tak lagi ada
Apakah kita masih pantas disebut merdeka?
Ketika kita tak acuh akan luka mereka

Oh laut tolong dengarkan
Disini, yatim piatu tanpa nama menangis untuk saudaranya
Berharap angin sampaikan pesannya pada Tuhan
Untuk mengirim cinta pada Syria
Untuk memeluk Afghanistan
Untuk menghapus air mata Palestina
Untuk cukupkan derita Nigeria
Untuk hentikan tirani sang raja

 

-F-

Advertisements

Published by

nadhirulmaghfiroh

Hi, I'm me. Who am I? Read me. :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s